PT Timah Tbk

Awek Fishing and Resto, Kolaborasi Pariwisata dan Tambang di Jantung Bangka Selatan

BANGKA SELATAN — Siapa sangka, di balik deretan kebun sawit dan lahan bekas tambang di Desa Bencah, Kecamatan Air Gegas, tersembunyi sebuah destinasi wisata alami yang kini kian populer di Bangka Selatan, Awek Fishing and Resto.

Adalah Sudariyanto, atau yang akrab disapa Awek, sosok di balik transformasi lahan yang dulunya tak produktif menjadi kawasan rekreasi berbasis kuliner dan perikanan. Dengan menyulap bekas galian tambang menjadi kolam pemancingan dan restoran, ia membuktikan bahwa tambang, pariwisata, dan perikanan bisa tumbuh bersama secara beriringan.

Berada di atas lahan seluas satu hektare, Awek Fishing and Resto menghadirkan konsep wisata keluarga yang sederhana namun memikat. Pengunjung bisa memancing, menyantap sajian khas Bangka seperti lempah kuning dan ikan bakar, hingga menikmati udara sejuk di bawah rindangnya pohon sawit dan pepohonan yang ia tanam sendiri. Suasananya tenang, jauh dari hiruk-pikuk kota, namun tidak lepas dari identitas daerah.

Menariknya, hanya beberapa meter dari lokasi resto, aktivitas tambang timah legal milik PT Timah masih berlangsung. Kedua sektor ini tidak saling mengganggu. Justru keberadaan tambang menjadi bagian dari cerita tentang bagaimana sektor industri bisa berpadu dengan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.

“Dulu ini cuma lahan tambang dangkal, saya buat jadi kolam, lalu tanam sawit, dan akhirnya buka pemancingan. Baru setelah itu saya dan istri mulai jual makanan,” kenang Awek, menceritakan proses panjang yang ia tempuh sejak 2022.

Keberhasilan ini tak lepas dari bantuan PT Timah Tbk, yang turut mendukung pengembangan fasilitas wisata, termasuk rencana penambahan gazebo untuk menampung rombongan pengunjung. Dengan bertambahnya fasilitas, ia berharap dapat menarik lebih banyak wisatawan dan memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar.

Baca juga  Peringati Hari Mangrove Sedunia, PT Timah dan HNSI Tanam 4.000 Mangrove di Sungailiat

“Alhamdulillah, bantuan PT Timah akan kami gunakan untuk membangun gazebo. Sekarang kalau mau ramai, harus pesan dulu karena saung belum banyak. Semoga nanti bisa lebih luas manfaatnya,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi pola penambangan yang dilakukan PT Timah yang menurutnya lebih tertib dan terpantau dibanding aktivitas tambang ilegal yang sering berdampak buruk pada ekosistem.

“Kalau PT Timah itu ditambang sesuai prosedur dan ada pengawasan. Tapi yang liar, biasanya merusak hulu sungai dan mengganggu usaha masyarakat seperti kami,” tambah Awek.

Lebih jauh, Awek berharap PT Timah bisa terus membina para penambang kecil agar mereka mampu menjalankan praktik tambang yang bertanggung jawab, serta memanfaatkan pascatambang untuk sektor produktif seperti pertanian, perikanan, hingga pariwisata.

Kini, Awek Fishing and Resto bukan hanya menjadi tempat rekreasi, tapi juga contoh nyata pemanfaatan lahan pascatambang secara berkelanjutan. Melalui kreativitas dan kemauan untuk berubah, bekas galian yang dulunya tak berarti kini menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Bencah.

Bagi pengunjung yang tertarik merasakan pengalaman memancing dan menikmati kuliner kampung ala Bangka, Awek Fishing and Resto bisa dikunjungi langsung atau dipesan melalui media sosial. Tempat ini tak sekadar menawarkan santapan, tapi juga kisah inspiratif dari lahan bekas tambang yang disulap menjadi harapan baru. (*)

Sumber : www.timah.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!