Laporan diterima Basarnas pada malam yang sama. Sejak itu, pencarian dilakukan tanpa henti oleh tim gabungan dari Basarnas, Polairud, BPBD, Babinsa, Laskar Sekaban, serta masyarakat sekitar.
“Tim menyisir lokasi dengan perahu, bahkan menggunakan drone thermal untuk mendeteksi keberadaan korban dan hewan liar. Tapi baru hari ini korban bisa ditemukan,” terang Oka.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Febri langsung dibawa pulang ke rumah duka di Desa Baturusa.Dengan ditemukannya korban, Basarnas resmi menutup operasi pencarian.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk keluarga korban,” kata Oka.
Peristiwa ini menambah daftar panjang konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah tambang yang kini mulai menyatu dengan habitat buaya. (*)



