Ustaz Abdul Somad: Timah Milik Negara, Harus Kembali untuk Rakyat
Berlangsung di Graha Timah Pangkalpinang, acara syukuran tersebut menjadi refleksi mendalam tentang peran tambang dalam konteks keadilan sosial dan tanggung jawab negara terhadap rakyat.
“Timah, minyak, emas itu semua milik negara. Tapi negara ini diakui dalam konstitusi dan dalam Islam. Presiden adalah Ulil Amri. Maka pengelola tambang seperti PT Timah bukan sekadar perusahaan, tapi amanah,” kata UAS.
Ia menegaskan bahwa Bangka Belitung sebagai daerah penghasil timah memiliki hak atas manfaat ekonomi yang dihasilkan.
Menurutnya, pemerintah pusat memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa kilau timah juga menyejahterakan rakyat di daerah.
“Kalau hasil tambang hanya dinikmati segelintir, maka itu tidak adil. Bangka Belitung harus dapat manfaat nyata. Ini bagian dari keadilan sosial dan perintah agama,” tegasnya.
UAS juga mengajak para karyawan PT Timah untuk bekerja dengan semangat AKHLAK, dan menjadikan tugas mereka sebagai bentuk ibadah yang berorientasi pada kemaslahatan bangsa. (*)
Sumber: www.timah.com




