PANGKALPINANG, MEDIAQU.id – Untuk mengurangi jumlah pekerja migran Indonesia yang terjebak dalam pekerjaan non-prosedural dan penipuan online, sebuah diskusi publik digelar dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, sekolah, serta perwakilan instansi terkait.
Diskusi yang berlangsung di ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Kamis (10/7/2025) ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai bahaya pekerjaan migran non-prosedural serta informasi tentang prosedur migrasi yang aman.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga fokus pada pemahaman tentang pekerja migran yang bekerja di sektor online, yang kerap menjadi korban penipuan online (online scam) dengan modus yang semakin beragam.
Sebagian besar korban datang dengan kesadaran yang minim atau bahkan tanpa pengetahuan sama sekali mengenai bahaya yang mengintai. Banyak di antara mereka yang terdorong bekerja di luar negeri hanya karena faktor ekonomi, tanpa mempertimbangkan legalitas dan prosedur yang benar.
Dalam sambutannya, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Kurniawan, menjelaskan bahwa Indonesia menempati posisi ketiga terbesar sebagai negara pengirim korban online scam dan pekerjaan migran non-prosedural.
Berdasarkan data yang diterima, sekitar 78 orang telah menjadi korban, sebagian telah dipulangkan, namun masih ada yang terjebak di luar negeri.



