PANGKALPINANG – Mesin politik PDIP Pangkalpinang makin panas mendekati hari pencoblosan Pilkada Ulang 2025. Tak menunggu waktu, kader dan simpatisan partai berlambang banteng moncong putih itu bergerilya dari rumah ke rumah, menyapa warga Kelurahan Gabek 2, Kecamatan Gabek, Senin (5/8/2025).
Aksi door to door ini menjadi salah satu strategi jitu yang digalakkan untuk memastikan suara bagi Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang nomor urut 3, Saparudin dan Dessy Ayutrisna (Udin-Dessy), yang akan bertarung pada Pilkada Ulang, 27 Agustus 2025 mendatang.
“Lebih dari 100 rumah sudah kami kunjungi hari ini. Respons warga sangat positif! Bahkan semua dengan senang hati menerima stiker Udin-Dessy di pintu dan jendela rumah mereka,” ungkap Yugo Saldian, Koordinator Lapangan PDIP Pangkalpinang, dengan penuh semangat.
Tak main-main, kampanye ini dikerjakan secara terukur dan tertib, dengan 10 personel lapangan PDIP diterjunkan langsung ke pemukiman warga. Kegiatan ini juga dikawal ketat aparat kepolisian dan diawasi Panwaslu Kecamatan Gabek untuk memastikan tetap sesuai aturan kampanye.
“Kami tetap jalankan kampanye santun dan terbuka, sesuai koridor. Kami datang bukan untuk memaksa, tapi mengajak. Kami perkenalkan Prof Udin dan Cece Dessy, kami ajak masyarakat datang ke TPS, jangan golput,” tambah Yugo.
Bagi Yugo dan tim, perjuangan memenangkan Udin-Dessy bukan sekadar soal dukungan, tapi juga soal kesadaran politik masyarakat. Karena itu, selain kampanye pintu ke pintu, PDIP juga aktif menggelar kampanye dialogis, menyapa tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga lintas kalangan.
“Kami tak hanya sebarkan nama, tapi juga nilai. Prof Udin dan Cece Dessy punya rekam jejak, komitmen, dan visi jelas untuk Pangkalpinang. Kita ingin warga memilih karena tahu dan yakin, bukan karena ikut-ikutan,” ujar Yugo berapi-api.
Ia menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menentukan masa depan kota. Menurutnya, suara rakyat sangat menentukan arah pembangunan lima tahun ke depan.
“Jangan golput! 27 Agustus, mari datang ke TPS. Gunakan hak suara untuk memilih pemimpin yang amanah, yang lahir dari rakyat dan bekerja untuk rakyat,” seru Yugo.
Meski penuh semangat, Yugo menegaskan bahwa PDIP tetap menjunjung etika demokrasi. “Kita lawan, bukan saling serang. Kita yakinkan, bukan menjatuhkan. Kita sampaikan visi, bukan provokasi,” ujarnya.
Door to door pun tak berhenti di Gabek. PDIP berencana akan menyebar ke kelurahan lain dengan pola yang sama: langsung ke rakyat, langsung ke hati. (Suf)



