Pemprov Babel

11 Bulan Menjabat, Hidayat Arsani Borong 28 Penghargaan Nasional untuk Babel

PANGKALPINANG, MEDIAQU.id – Belum genap setahun menakhodai Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani melaju kencang. Sejak dilantik pada 17 April 2025, gebrakan Hidayat dalam menata birokrasi dan mendongkrak ekonomi mulai membuahkan hasil nyata.

Tak main-main, 28 penghargaan tingkat nasional berhasil disabet hanya dalam kurun waktu 11 bulan. Prestasi ini menjadi sinyal kuat bahwa tata kelola pemerintahan di Negeri Serumpun Sebalai tengah mengalami transformasi besar-besaran.

Salah satu capaian paling mentereng adalah keberhasilan Babel menduduki posisi Juara 2 Pemerintah Daerah Terbaik dalam Pencegahan Korupsi melalui Tata Kelola Pemerintahan Daerah tahun 2025 dari KPK RI. Bagi Hidayat, penghargaan ini adalah “ijazah” kejujuran bagi birokrasi yang dipimpinnya.

“Ini penghargaan dari lembaga bergengsi, mempertahankannya berat. Tim KPK datang langsung memantau. Kita babat habis pemborosan, tidak ada main proyek, apalagi main mutasi. Semuanya transparan,” tegas Hidayat saat ditemui pada Kamis (12/3) malam.

Strateginya sederhana namun tegas: ia mewajibkan seluruh jajarannya bekerja profesional dan mengharamkan tindakan yang merugikan negara. “Kerja keras dan integritas, itu kuncinya,” imbuhnya.

Hidayat tidak hanya fokus pada urusan administratif. Ia tengah menyiapkan “bom” ekonomi lewat sektor perkebunan. Babel diproyeksikan bakal memiliki perkebunan kelapa terbesar di Asia Tenggara, dengan dua perusahaan besar yang siap berdiri di Pulau Bangka dan Pulau Belitung.

“Proses investasi sudah 99 persen. Kami ingin ekonomi rakyat tidak hanya bergantung pada satu sektor, tapi terdiversifikasi melalui perkebunan dan pariwisata,” jelasnya optimis.

Menepis isu pilih kasih, Hidayat menegaskan komitmennya untuk membangun Pulau Belitung setara dengan Pulau Bangka. Fokus utamanya adalah memoles sektor pariwisata, mulai dari perbaikan bandara hingga penataan kawasan pantai.

Menariknya, Hidayat memasang badan untuk menjaga ekosistem wisata di Negeri Laskar Pelangi.

Baca juga  Defisit Anggaran Rp200 Miliar, Gubernur Hidayat Arsani Janji Tak Kurangi TPP ASN

“Komitmen kita jelas, Belitung harus bebas dari kapal isap. Kita dorong pariwisata, termasuk pengembangan durian Musang King sebagai daya tarik. Belitung harus setara,” tambahnya.

Meski tantangan menghadang, Hidayat mengaku tetap optimistis. Ia yakin kolaborasi sektor pertimahan dan perkebunan akan menjadi mesin utama penggerak ekonomi masyarakat.

“Kepemimpinan saya bukan soal ego. Saya yakin Bangka Belitung bisa jauh lebih hebat lagi. Percayalah, semua ini saya lakukan demi memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tutupnya dengan nada mantap. (Suf)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!