Ketua DPRD Babel Telepon Kapolda di Depan Warga, Usut Perambahan Hulu DAS Sungai Kemis
Sandi menambahkan, warga sudah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah desa dan DPRD Bangka Selatan. Bahkan pekan lalu, mereka bersama DPRD Basel melaporkan masalah ini ke Kementerian Pertanian serta Kementerian ATR/BPN di Jakarta.
Menurut Sandi, keberlanjutan pertanian di dua desa tersebut sangat bergantung pada kondisi hulu sungai dan jaringan irigasi. Bila irigasi rusak, bantuan alat dan mesin pertanian dari pemerintah tidak akan berfungsi maksimal.
“Harapan kami jelas, aktivitas pembalakan di hulu Sungai Kemis segera dihentikan. Ini menyangkut masa depan sawah kami dan ketahanan pangan di desa,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret.
“Kami sudah berupaya melapor dan mengawal masalah ini. Tinggal bagaimana instansi terkait menindaklanjuti secara cepat,” tambahnya.
Rapat audiensi ini juga dihadiri anggota Panitia Khusus DPRD Babel, Rina Tarol; Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel, Erwin Krisnawinata; serta puluhan perwakilan warga dan petani dari Desa Pergam dan Serdang. (Suf)




