Pemprov Babel

Hidayat Arsani Tegaskan KUR Jadi Penguat 98 Persen Ekonomi Babel

PANGKALPINANG — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, menegaskan pentingnya program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai penguat utama roda ekonomi daerah.

Menurutnya, lebih dari 98 persen pelaku ekonomi di Babel berasal dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sehingga dukungan permodalan menjadi faktor krusial untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan ekonomi rakyat.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur Hidayat saat menyerahkan simbolis KUR kepada 200 debitur baru dalam kegiatan akad massal KUR nasional yang digelar serentak di seluruh Indonesia, Selasa (21/10/2025).

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dari Surabaya, Jawa Timur, dan diikuti secara virtual oleh seluruh kepala daerah. Di Babel, kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Pasir Padi, Kantor Gubernur Pangkalpinang.

“Lebih dari 98 persen pelaku ekonomi di Bangka Belitung adalah UMKM. Karena itu, KUR hadir bukan sekadar bantuan dana, tapi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memperkuat pondasi ekonomi masyarakat,” ujar Gubernur Hidayat.

Ia menambahkan, program KUR menjadi wujud nyata komitmen pemerintah untuk mendorong UMKM naik kelas dan menciptakan lapangan kerja baru. Dengan dukungan permodalan yang mudah, murah, dan cepat, para pelaku usaha diharapkan bisa meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan bertransformasi menuju digitalisasi usaha.

“Pinjaman ini bukan beban, melainkan amanah. Gunakan secara produktif untuk mengembangkan usaha dan memperkuat perekonomian daerah,” pesan Gubernur Hidayat.

Baca juga  Gubernur Babel Tegaskan Anggaran Harus Tepat Sasaran, Ini Proyek Prioritasnya

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh bank penyalur KUR, termasuk BRI, BNI, Mandiri, BTN, BSI, Bank Sumsel Babel, Bank Sumsel Babel Syariah, dan Pegadaian, atas dukungan dan kolaborasi mereka dalam menjalankan program nasional tersebut.

Selain di Babel, pelaksanaan akad massal KUR nasional diikuti oleh sekitar 800.000 debitur baru se-Indonesia, dengan fokus penyaluran di sektor produksi.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang mewakili Presiden Prabowo dalam sambutan nasional, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, penyaluran KUR di sektor produksi sudah mencapai 60 persen, melebihi target nasional.

“Capaian ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan produktif bagi pelaku usaha. Kredit macet penerima KUR juga relatif rendah, hanya 2,28 persen, jauh di bawah kredit non-KUR yang mencapai 4,55 persen,” kata Airlangga.

Ia menambahkan, ke depan program KUR akan terus diperluas untuk menjangkau sektor pertanian, perikanan, pekerja padat karya, dan usaha mikro lainnya agar manfaatnya semakin merata di seluruh daerah.

“Kami berharap pemerintah daerah aktif dalam mendata calon debitur dan memberikan pendampingan agar KUR benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya.

Melalui momentum ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen untuk terus menghadirkan kebijakan inklusif yang berpihak pada masyarakat kecil, dengan UMKM sebagai tulang punggung dan KUR sebagai penguat ekonomi daerah. (***)

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!