Bangka SelatanHeadline

Warga Geram Toilet Pantai Nek Aji Toboali Kotor, Pemkab Basel Akui Tak Ada Anggaran 2025

BANGKA SELATAN, MEDIAQU.id — Keluhan pengunjung terhadap buruknya kondisi fasilitas umum di kawasan Pantai Nek Aji, pusat wisata Simpang 5 Toboali, kembali mencuat. Toilet umum yang kotor, keran air yang rusak, hingga lingkungan yang tampak tidak terurus kembali memicu kritik keras dari masyarakat.

Keluhan ini bukan kali pertama disampaikan. Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dinilai belum memberikan perhatian serius terhadap pengelolaan ruang wisata, khususnya di area Wahana Bianglala dan Rainbow Slide yang menjadi daya tarik pengunjung.

Salah satu kritik datang dari akun Facebook Syita Syafarudin, yang menyoroti ketiadaan perawatan rutin meski fasilitas dibangun dengan kondisi yang cukup baik.

“Punya fasilitas yang bagus. Tempat piknik yang bagus pantai, sayangnya tidak ada toilet yang memadai.Tak ada satupun tolilet yang memadai, inilah fasilitas di Bangka Selatan,” ungkapnya.

Ia juga menyayangkan kondisi lingkungan sekitar wahana Bianglala yang tampak kotor. Menurutnya, hal ini terjadi akibat minimnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan, serta kurang optimalnya pengawasan dari pemerintah daerah.

“Sangat sangat disayangkan punya fasilitas sebagus ini tapi sarana dan prasarana seperti tolilet, lingkunganya juga kotor,” kata Syita Syafarudin.

Kritik tersebut diperkuat oleh Suzana Rachelzen, yang mempertanyakan alasan toilet tetap dipungut biaya namun tidak layak digunakan.

“Terutama toilet padahal lah bayar masa dak di rawat,emang sangat-sangat disayangkan,” tulisnya.

Dinas Pariwisata Akui Kondisi Fasilitas Memang Bermasalah

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Bangka Selatan, Evi Sastra, mengakui kondisi fasilitas tersebut. Menurutnya, kerusakan sebagian besar disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga fasilitas umum.

“Kite lah sering membersihkan WC dan fasilitas lain di Laut Nek Aji. Tapi tingkat kesadaran masyarakat kita yang kurang, sehingga banyak fasilitas publik rusak,” ujarnya kepada Mediaqu.id, Senin (8/12/2025).

Meski demikian, Evi menyatakan pihaknya segera menindaklanjuti keluhan yang muncul.

Baca juga  Progres Pembangunan Gedung Perpustakaan di Basel Capai 58 Persen

“Terkait keluhan masyarakat, hari ini kite tindaklanjuti. Kite bersihkan supaya layak pakai,” katanya.

Namun, pernyataannya tentang anggaran pemeliharaan tahun 2025 menimbulkan pertanyaan publik.

“Di tahun 2025 kite tidak ada anggaran untuk pemeliharaan. Tapi pemeliharaan berkala tetap kite lakukan,” ujarnya.

Keluhan Tidak Pernah Tuntas, Pengawasan Lemah

Masalah fasilitas wisata Simpang 5 Toboali sejatinya bukan hal baru. Keluhan serupa telah berulang kali disuarakan pengunjung setiap tahunnya. Namun, perbaikan sering kali hanya sesaat tanpa sistem pemeliharaan yang berkelanjutan.

Minimnya anggaran dan pengawasan disebut menjadi faktor lemahnya tata kelola wisata daerah. Kondisi ini dikhawatirkan membuat citra Simpang 5 Toboali sebagai ruang publik unggulan terus menurun, terutama ketika fasilitas dasar seperti toilet tidak dapat digunakan dengan layak. (Suf)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!