Polda Babel Terjunkan 2.000 Personel Gabungan Amankan Nataru 2025
PANGKALPINANG – Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung resmi memulai pengamanan intensif menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Terpusat dengan sandi Operasi Lilin Menumbing 2025 yang digelar di halaman Mapolda Babel, Jumat (19/12/2025) sore.
Apel besar ini dipimpin langsung oleh Kapolda Babel, Irjen Pol Viktor T. Sihombing, didampingi Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya.
Prosesi penyematan pita tanda operasi serta pengecekan barisan pasukan dan armada menjadi simbol dimulainya pengamanan di seluruh wilayah Negeri Serumpun Sebalai.
Kapolda Babel, Irjen Pol Viktor T. Sihombing, menegaskan bahwa Operasi Lilin Menumbing merupakan langkah final untuk memastikan kesiapan total, baik dari sisi personel maupun sarana prasarana (sarpras).
“Operasi ini adalah bentuk pengecekan akhir kesiapan kita. Semua personel dan sarpras dikerahkan untuk menjamin keamanan masyarakat selama agenda nasional perayaan Nataru 2025-2026,” ujar Irjen Pol Viktor usai memimpin apel.
Tak main-main, sebanyak 2.000 lebih personel gabungan diterjunkan dalam operasi ini. Pasukan terdiri dari unsur TNI-Polri, Basarnas, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga lintas sektoral dan kelompok masyarakat.
“Setelah apel ini, seluruh pasukan langsung masuk ke pos masing-masing yang telah ditentukan untuk menjalankan tugas bersama stakeholder terkait,” tambahnya.
Dalam arahannya, jenderal bintang dua ini menitipkan pesan khusus kepada seluruh petugas di lapangan. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan soliditas antar-instansi demi kelancaran tugas.
“Pesan saya, jaga soliditas dan utamanya jaga kesehatan. Tekadkan tugas kita dengan baik karena kita hadir untuk menjaga masyarakat. Semoga tidak ada hambatan berarti dan situasi tetap aman terkendali,” tegas eks Kadivkum Polri tersebut.
Terkait pengamanan tempat ibadah, Irjen Pol Viktor memastikan pihak kepolisian telah menyusun rencana pengamanan di setiap pos. Namun, ia mengingatkan bahwa kunci kondusifitas wilayah ada pada semangat toleransi masyarakat.
Ia mengimbau masyarakat agar merayakan pergantian tahun dengan tertib dan saling menghargai.
“Malam tahun baru adalah malam perayaan, semua harus senang. Penting bagi kita semua untuk berkontribusi, termasuk umat agama lain, ikut menjaga jalannya ibadah sebagai wujud rasa toleransi sesama umat beragama,” pungkasnya. (***)




