Kamtibmas

Pencurian Sembako di Pangkalpinang, Tim Buser Naga Amankan Dua Pelaku

PANGKALPINANG, MEDIAQU.id — Aksi pencurian sembako di kawasan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang, terbongkar setelah dipergoki warga pada dini hari. Dua pria yang diduga pelaku kini berhasil diamankan Satreskrim Polresta Pangkalpinang.

Kasus pencurian tersebut terjadi pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 01.15 WIB, saat korban berinisial R (54) tengah tertidur di rumahnya yang juga digunakan sebagai toko sembako.

Peristiwa ini terungkap berkat kejelian tetangga korban yang berjualan di samping toko. Saksi melihat dua pria tak dikenal membawa barang dagangan keluar dari toko korban pada waktu yang tidak wajar.

“Melihat kejadian itu, saksi sempat mengejar pelaku, namun tidak berhasil. Saksi kemudian menggedor rumah korban dan memberitahukan bahwa telah terjadi pencurian,” ujar petugas.

Korban sempat berupaya mencari pelaku di sekitar lokasi, namun tidak membuahkan hasil. Setelah mengecek tokonya, korban mendapati sejumlah barang dagangan hilang, di antaranya sembako dan dua rak telur ayam. Rekaman CCTV di sekitar lokasi kemudian diperiksa.

Baca juga  Polsanak Satlantas Basel Tanamkan Keselamatan Lalu Lintas Sejak Dini

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp4.125.000 dan melaporkan peristiwa itu ke Polresta Pangkalpinang.

Berdasarkan laporan dan hasil penyelidikan, polisi akhirnya mengamankan dua terduga pelaku berinisial P (27) dan R (29), keduanya warga Pangkal Balam dan bekerja sebagai buruh harian lepas.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita dua rak telur ayam serta satu helai jaket hitam yang diduga digunakan saat beraksi.

“Motif pelaku melakukan pencurian karena kesengajaan, dengan modus mengambil barang dagangan korban saat kondisi sekitar sepi,” kata penyidik.

Diketahui, salah satu terduga pelaku berinisial P merupakan residivis kasus narkoba pada tahun 2020. Saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polresta Pangkalpinang.

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya pemilik toko kelontong dan usaha kecil, agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam rawan dini hari, serta memastikan sistem keamanan seperti kunci dan CCTV berfungsi dengan baik. (Suf)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!