Pimpin Gotong Royong Pasar Pagi, Prof Saparudin Fokuskan Penataan dari Hulu
PANGKALPINANG, MEDIAQU.id – Aksi gotong royong pembersihan Pasar Pagi Pangkalpinang yang digelar Pemerintah Kota Pangkalpinang bukan sekadar kegiatan seremonial.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari sistem pengelolaan pasar yang terukur dan berkelanjutan.
Berbeda dari pola bersih-bersih insidental, Prof. Saparudin menekankan pentingnya penanganan masalah pasar dari akar persoalan. Pembersihan selokan menjadi titik awal, sebelum menyasar area dalam pasar.
“Kita mulai dari hulunya dulu, yakni saluran air. Kalau selokan bersih dan aliran lancar, kebersihan pasar bisa dijaga lebih lama,” ujar Prof. Saparudin saat meninjau kegiatan, Jumat (31/1/2026).
Kegiatan ini melibatkan enam Perangkat Daerah (PD) dengan pembagian peran yang jelas. Dinas Perdagangan, Industri, dan UMKM bertindak sebagai leading sector, didukung Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, serta instansi teknis lainnya.
Menurut Prof. Saparudin, kebersihan pasar tidak cukup mengandalkan tenaga, tetapi memerlukan sistem. Karena itu, Pemkot telah membentuk tim khusus yang bekerja rutin, tanpa harus menunggu instruksi dadakan.
“Kami tidak ingin ini hanya ramai hari ini. Ada jadwal, ada tim, dan ada mekanisme tetap,” tegasnya.
Langkah teknokratis juga terlihat dari rencana pemasangan sistem penyemprotan permanen oleh PDAM di kawasan pasar. Dengan sistem tersebut, pembersihan dapat dilakukan secara efisien tanpa ketergantungan pada mobil pemadam kebakaran.
Selain aspek operasional, Prof. Saparudin juga menempatkan kebersihan pasar sebagai bagian dari kebijakan jangka menengah. Aksi bersih-bersih ini berjalan paralel dengan proses pengajuan revitalisasi Pasar Pagi ke Kementerian Perdagangan.
Proposal revitalisasi telah diajukan sejak November 2025 dan saat ini memasuki tahap lanjutan. Pasar Pagi sendiri terakhir direnovasi pada 2011, sehingga membutuhkan pembaruan menyeluruh.
“Revitalisasi tidak bisa berdiri sendiri. Kita rapikan dulu sistem pengelolaannya, baru fisiknya kita benahi,” katanya.
Jika dana pusat disetujui, revitalisasi ditargetkan dimulai pada pertengahan tahun ini, didukung pula oleh alokasi APBD. Seluruh kios dan fasilitas pasar akan dibenahi, termasuk pemanfaatan ulang lantai dua.
Dalam konsep yang disusun, lantai dua tidak lagi diarahkan untuk aktivitas jual beli yang selama ini kurang diminati pedagang. Area tersebut akan difungsikan sebagai ruang pelayanan publik, seperti ATM, kantor kas bank, aula pertemuan, food court, hingga musala representatif.
“Kalau fungsinya tidak tepat, ya harus diubah. Kita sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Prof. Saparudin. (Suf)




