PT TIMAH Tbk Gaspol Tingkatkan Kompetensi Karyawan, K3 dan SOP Jadi Fokus Utama
BANGKA – PT TIMAH Tbk terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan terpadu bagi karyawan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kompetensi pekerja sejalan dengan kebutuhan operasional perusahaan yang menuntut standar keselamatan dan profesionalisme tinggi.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni pelaksanaan In House Training yang mencakup Training of Trainer (TOT), Diklat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Sertifikasi Kemenaker RI, serta pelatihan teknis penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Pelatihan yang diikuti karyawan PT TIMAH Tbk ini dibuka langsung oleh Direktur SDM PT TIMAH Tbk, Ratih Mayasari, dan berlangsung di Pemali Learning Center PT TIMAH Tbk, Selasa (27/1/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Elius Gani, Direktur PT Mitra Sinergi Internasional Rini Apriliani, serta tim instruktur dari PT Fresh Galang Mandiri.
Direktur SDM PT TIMAH Tbk Ratih Mayasari menegaskan bahwa ketiga materi pelatihan tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung keberlanjutan operasional perusahaan.
Program TOT, menurutnya, dirancang untuk mencetak instruktur internal yang kompeten sehingga transfer pengetahuan dan keterampilan dapat berjalan efektif di lingkungan perusahaan.
“Melalui TOT, perusahaan memiliki instruktur internal yang mampu memastikan standar kompetensi karyawan terus terjaga dan berkembang,” ujarnya.
Selain itu, pelatihan penyusunan SOP difokuskan agar setiap proses bisnis memiliki panduan kerja yang jelas, sistematis, dan mudah diterapkan di lapangan. SOP tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administratif, tetapi menjadi acuan utama dalam menjalankan aktivitas kerja.
“SOP terlihat sederhana, tetapi ketika terjadi sesuatu dan dilakukan pemeriksaan, yang pertama dilihat adalah SOP. Penyusunannya membutuhkan pemahaman mendalam terhadap proses bisnis dan kondisi riil di lapangan,” kata Ratih.
Ia juga menekankan pentingnya Diklat P3K sebagai keterampilan dasar bagi seluruh karyawan, terutama dalam menghadapi potensi risiko kerja dan kondisi darurat, termasuk bencana.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Elius Gani, mengapresiasi komitmen PT TIMAH Tbk dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Ia menyebut pelatihan P3K merupakan bagian penting dari implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
“Kami berharap K3 benar-benar menjadi budaya kerja. Dengan kompetensi yang baik, pekerja dapat mendeteksi potensi risiko sejak dini dan mengetahui langkah yang tepat saat terjadi kecelakaan,” ujarnya.
Elius juga berharap PT TIMAH Tbk konsisten menjalankan program pelatihan, khususnya di bidang K3, guna mewujudkan target zero accident di lingkungan kerja.
Manfaat pelatihan ini dirasakan langsung oleh karyawan lapangan. Andry Eka Saputra, salah satu peserta yang bertugas di Area Bangka Selatan, menyampaikan bahwa pelatihan P3K sangat krusial bagi pekerja tambang.
“Di lapangan, kami dituntut siap menghadapi kondisi darurat. Jika terjadi kecelakaan, kami menjadi pihak pertama yang memberikan pertolongan agar dampaknya tidak semakin fatal,” ujarnya.
Ia berharap pelatihan serupa, termasuk TOT dan tanggap darurat, dapat dilaksanakan secara rutin untuk menjaga kompetensi seluruh personel lapangan. (*)
Sumber : www.timah.com




