PT TIMAH Tbk Perkuat Guru Lokal, Literasi dan Numerasi Jadi Kunci Pendidikan Babel
PANGKALPINANG — PT TIMAH Tbk terus mempertegas komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah operasional perusahaan. Melalui berbagai program pelatihan bagi tenaga pendidik, PT TIMAH Tbk berupaya mendorong lahirnya sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing sejak bangku sekolah.
Salah satu program unggulan yang dijalankan perusahaan adalah Program Timah Mengajar, yang berfokus pada peningkatan kapasitas guru melalui penguatan literasi dan numerasi. Program ini dirancang untuk membantu guru beradaptasi dengan kebutuhan pembelajaran modern sekaligus meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar di sekolah.
Sepanjang tahun 2025, sebanyak 169 guru di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Kepulauan Riau telah mendapatkan manfaat dari Program Timah Mengajar dan Gerakan Nasional Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (Gernas Tastaka) yang digagas PT TIMAH Tbk.
Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, PT TIMAH Tbk bekerja sama dengan Komunitas Literasi Sekawan dan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI) bagi guru di Kabupaten Bangka Barat. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme guru sekaligus menumbuhkan budaya menulis dan berpikir kritis di lingkungan sekolah.
Tak hanya berfokus pada literasi, PT TIMAH Tbk juga menginisiasi Program Gerakan Cermat untuk Peningkatan Numerasi Guru SD melalui Gernas Tastaka yang dilaksanakan di Kabupaten Belitung Timur. Program ini diikuti oleh 80 guru sekolah dasar dan diarahkan untuk memperkuat kemampuan numerasi agar dapat diterapkan secara efektif dalam pembelajaran di kelas.
Salah satu peserta Program Literasi Guru PT TIMAH Tbk, Marini, guru SDN 4 Kelapa Kampit, Belitung Timur, mengaku program Timah Mengajar memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus berdampak nyata bagi pengembangan kompetensi guru.
“Manfaat yang saya rasakan adalah peningkatan kompetensi, terutama dalam literasi. Kami juga mendapatkan jejaring baru sehingga bisa saling berkolaborasi untuk menggiatkan literasi di sekolah,” ujarnya.
Ke depan, Marini berencana mengembangkan program literasi di sekolahnya dengan melibatkan guru dan kepala sekolah agar budaya membaca dan menulis semakin kuat.
Sementara itu, Department Head Corporate Communication PT TIMAH Tbk, Anggi Siahaan, mengatakan bahwa melalui Program Timah Mengajar dan Gernas Tastaka, perusahaan berupaya memperkuat kapasitas guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
“Pelatihan bagi guru diharapkan dapat meningkatkan kompetensi tenaga pendidik. Guru yang adaptif, profesional, dan memiliki kompetensi kuat akan berperan penting dalam mencetak generasi yang berdaya saing,” kata Anggi. (*)
Sumber : www.timah.com




