Bangka Selatan

Bianglala Toboali Lumpuh Dua Pekan, PAD Ratusan Juta Dipertanyakan

Pedagang Mengeluh, Keramaian Akhir Pekan Sepi

“Pembayaran dilakukan dua tahap. Tahap pertama Rp387.129.000 sudah dibayarkan pada Maret 2025,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembayaran tahap kedua dengan nilai yang sama masih dalam proses penagihan.

“Dan sisanya sebesar Rp387.129.000 untuk tahap ke dua masih kita tagih,” kata Evi Sastra.

Kontrak kerja sama pengadaan dua wahana tersebut diketahui bernilai Rp8.343.870.000 dan ditandatangani pada 29 April 2024. Uang muka sebesar 30 persen atau Rp2.503.161.000 telah dibayarkan, sementara sisa Rp5.840.709.000 belum terealisasi.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) Rp774.258.000 dari operasional bianglala dan rainbow slide berdasarkan penilaian Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Pangkalpinang.

Baca juga  Bangka Selatan Fokus Ekonomi dan SDM di APBD 2025

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga, saat itu Firmansyah mengatakan, Pemkab Bangka Selatan menunjuk PT Mitra Abad sebagai pengelola pihak ketiga dengan skema sewa sesuai Permendagri Nomor 7 Tahun 2024 guna meningkatkan profesionalitas pengelolaan serta kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD.

Kini publik menunggu kejelasan terkait kelanjutan operasional wahana tersebut. Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan hanya bianglala yang berhenti berputar, tetapi juga denyut wisata malam Kota Toboali dikhawatirkan benar-benar padam. (Suf)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!