Bangka Selatan

Bianglala Toboali Lumpuh Dua Pekan, PAD Ratusan Juta Dipertanyakan

Pedagang Mengeluh, Keramaian Akhir Pekan Sepi

BANGKA SELATAN, MEDIAQU.id – Ikon hiburan malam di Simpang Lima Toboali runtuh tanpa suara. Bianglala raksasa yang dulu berputar megah kini hanya berdiri kaku seperti monumen terbengkalai. Sejak 2 Februari 2026 hingga Senin (16/2/2026), tak ada lagi cahaya, putaran, maupun aktivitas di kawasan tersebut.

Area yang biasanya dipenuhi tawa pengunjung berubah sunyi dan gelap. Lampu wahana padam, loket kosong, dan tidak terlihat petugas. Rangka besi bianglala menjulang setinggi 30 meter tanpa kehidupan di tengah lapangan. Pedagang kaki lima yang menggantungkan rezeki dari keramaian malam ikut terpukul.

“Biasanya ramai, apalagi Sabtu dan Minggu. Sekarang sepi,” kata Mat, pedagang yang mengaku kehilangan pembeli sejak wahana berhenti beroperasi.

Tak hanya bianglala, wahana rainbow slide yang selama ini menjadi magnet keluarga juga ikut berhenti. Wisatawan dari luar daerah yang datang dengan harapan menikmati musim liburan terpaksa pulang dengan kecewa.

Baca juga  AMCF dan RS Rhanaka Buka Layanan Operasi Katarak Gratis di Puskesmas Airgegas

“Masyarakat dari luar banyak yang kecewa karena bianglala dan rainbow slide tidak jalan,” ujarnya.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak pengelola terkait penyebab penghentian operasional. Ketiadaan informasi memicu spekulasi publik mengenai nasib ikon wisata malam di Negeri Junjung Besaoh tersebut.

Dampaknya mulai terasa luas. Sekitar 20 karyawan diliburkan, pedagang kehilangan penghasilan, dan aktivitas ekonomi malam di kawasan itu nyaris berhenti. Padahal, wahana tersebut sebelumnya digadang-gadang sebagai salah satu penggerak pendapatan daerah dari sektor pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Bangka Selatan, Evi Sastra, sebelumnya mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 jumlah pengguna wahana mencapai 98.973 orang. Dari kerja sama pengelolaan, pemerintah daerah memperoleh nilai kontrak Rp774.258.000 per tahun.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!