Pemkot Pangkalpinang

Bertemu Menteri Kebudayaan, Prof Udin Bahas Pembangunan Gedung Kebudayaan Pangkalpinang

PANGKALPINANG, MEDIAQU.id – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus mendorong penguatan identitas sejarah dan budaya daerah. Salah satu upaya yang kini digagas adalah pembangunan Gedung Kebudayaan Pangkalpinang sebagai pusat edukasi sekaligus ruang ekspresi seni.

Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Udin, menyampaikan langsung rencana tersebut saat bertemu Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, di Yogyakarta, Minggu (29/3). Dalam pertemuan itu, ia menekankan pentingnya menghadirkan fasilitas yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pertunjukan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran sejarah bagi generasi muda.

Menurutnya, Pangkalpinang memiliki posisi penting dalam perjalanan bangsa. Pada masa perjuangan kemerdekaan, Pulau Bangka pernah menjadi lokasi pengasingan sejumlah tokoh nasional, seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, hingga Agus Salim.

“Jejak sejarah ini harus terus dikenalkan kepada generasi muda. Kehadiran gedung kebudayaan nantinya diharapkan mampu menjadi media pembelajaran yang lebih dekat dan kontekstual,” ujar Udin.

Ia menambahkan, dalam masa penuh tekanan tersebut, masyarakat Bangka turut memberikan dukungan moral kepada para tokoh bangsa. Salah satu kisah yang masih dikenang adalah peran keluarga Musa di Pangkalpinang yang memberikan bantuan sekaligus semangat bagi para pejuang.

Baca juga  Wali Kota Pangkalpinang Minta Kepala Sekolah Perhatikan Sarana dan Cegah Bullying

Nilai-nilai perjuangan itulah yang dinilai perlu terus diwariskan. Melalui gedung kebudayaan, generasi muda diharapkan tidak hanya memahami sejarah secara teoritis, tetapi juga merasakan kedekatan emosional dengan peristiwa yang pernah terjadi di daerahnya.

Selain sebagai simbol sejarah, gedung tersebut juga dirancang menjadi ruang edukatif yang mampu menumbuhkan semangat nasionalisme.

Dalam catatan sejarah lokal, nama Norma Musa turut menjadi bagian penting. Ia dikenal memiliki kemampuan administrasi yang baik serta menguasai sejumlah bahasa asing, seperti Inggris, Prancis, Arab, dan Jerman. Kemampuan tersebut membuatnya berperan dalam membantu komunikasi dan berbagai aktivitas yang melibatkan tokoh-tokoh nasional kala itu.

Dalam perjalanan hidupnya, Norma Musa kemudian dikenal sebagai KRAy Nindyo Kirono setelah menikah dengan Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Pernikahan ini menjadi simbol pertemuan budaya antara Melayu Bangka dan Jawa Yogyakarta, sekaligus mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman.

Udin berharap, rencana pembangunan Gedung Kebudayaan Pangkalpinang dapat segera terealisasi. Dengan begitu, nilai-nilai sejarah yang lahir dari Bangka tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi mendatang. (Suf)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!