Wali Kota Sebut Pengangguran Pangkalpinang Turun, UHC Capai 99,86 Persen

PANGKALPINANG, MEDIAQU.id – Pemerintah Kota Pangkalpinang mencatat sejumlah capaian kinerja positif sepanjang tahun 2025, mulai dari penurunan tingkat pengangguran hingga peningkatan layanan kesehatan dan sosial masyarakat.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin, mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2025 berada di angka 5,73 persen, menurun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,98 persen.
“Penurunan tersebut didorong berbagai program ketenagakerjaan, termasuk pelaksanaan job fair yang diikuti 17 perusahaan dengan sejumlah lowongan kerja yang tersedia, termasuk peluang bagi penyandang disabilitas,” ujarnya dalam menyampaikan Nota Pengantar LKPJ tahun anggaran 2015 dalam Rapat Paripurna DPRD, Senin (30/3/2026).
Selain itu, pemerintah juga menggelar pelatihan kerja dan sertifikasi kompetensi di berbagai bidang seperti teknik sepeda motor, menjahit, tata boga, hingga desain grafis guna meningkatkan kualitas tenaga kerja.
Di sektor kesehatan, capaian Universal Health Coverage (UHC) Kota Pangkalpinang mencapai 99,86 persen dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 80,18 persen.
Pemerintah juga terus meningkatkan fasilitas layanan kesehatan, di antaranya melalui pembangunan gedung rawat inap dan laboratorium di RSUD Depati Hamzah serta penguatan layanan laboratorium kesehatan daerah.
Dalam bidang sosial, Pemkot Pangkalpinang memberikan perhatian kepada kelompok rentan. Tercatat, bantuan layanan diberikan kepada 40 penyandang disabilitas terlantar, 5 anak terlantar, 50 lansia terlantar, serta 5 gelandangan dan pengemis di luar panti.
Selain itu, sebanyak 185 korban bencana alam dan sosial juga mendapatkan bantuan pada masa tanggap darurat.
Di sektor perumahan, pemerintah berhasil menangani 61 unit rumah tidak layak huni, dengan rincian 52 unit direhabilitasi dan 9 unit dibangun baru.
Sementara itu, dalam penanganan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat telah melakukan penyelamatan terhadap 295 warga selama tahun 2025.
Meski demikian, Pemkot Pangkalpinang masih menghadapi tantangan, terutama pada rendahnya tingkat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang baru mencapai 45,61 persen.
Di sisi lain, capaian prestasi daerah juga cukup membanggakan, di antaranya kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk kedelapan kalinya.
Menutup laporan tersebut, Saparudin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan daerah.
“Keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari kerja sama semua pihak. Mari kita perkuat kolaborasi untuk kemajuan Kota Pangkalpinang,” tutupnya. (Suf)




