Pemprov Babel

Membaur di Kampung Bintang, Gubernur Babel Sebut Cheng Beng Jembatan Persaudaraan

PANGKALPINANG, MEDIAQU.id – Suasana di kawasan Kampung Bintang, Sabtu (4/4) malam, mendadak berubah menjadi lautan manusia. Riuh tabuh simbal dan tambur mengiringi gerakan lincah atlet Wushu yang menyambut kedatangan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani.

Malam itu bukan sekadar perayaan etnis, melainkan puncak Festival Kampung Bintang yang mengukuhkan posisi Babel sebagai laboratorium toleransi terbaik di Indonesia.

Puncak tradisi Cheng Beng atau Sembahyang Kubur tahun 2026 ini tampil beda. Jika biasanya Cheng Beng identik dengan kesunyian di area pemakaman, kali ini dikemas dalam festival budaya yang menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Dalam sambutannya, Gubernur Hidayat Arsani menegaskan bahwa Cheng Beng bukan lagi sekadar ritual keagamaan kaum Tionghoa.

Menurutnya, ini adalah jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan melalui penghormatan kepada leluhur.

“Lihatlah malam ini, sanak saudara kita pulang. Ada yang dari luar kota, bahkan luar negeri. Mereka kembali bukan hanya untuk berdoa, tapi menjaga silsilah dan bakti. Inilah kekuatan kita: persatuan dalam keberagaman yang membuat Babel dikenal dunia,” ujar Hidayat dengan nada bangga.

Ia mengapresiasi masyarakat yang konsisten merawat warisan ini. Baginya, keberagaman di Bangka Belitung adalah aset mahal yang tak ternilai harganya.

“Cheng Beng mengajarkan kita arti penting menjaga hubungan baik, baik kepada yang sudah tiada maupun yang masih ada,” tambahnya.

Baca juga  Gubernur Babel Harap Kehadiran Kepala BIN Perkuat Keamanan dan Pembangunan

Festival yang berlangsung sejak 3 hingga 5 April ini menyajikan akulturasi yang kental. Mulai dari aksi barongsai yang memukau hingga fashion show kolaborasi lintas agama.

Menariknya, di sepanjang jalan Kampung Bintang, deretan UMKM menyajikan kuliner halal, memastikan semua lapisan warga bisa menikmati suasana festival.

“Festival ini dari rakyat dan untuk rakyat. Kita ingin ekonomi bergerak melalui UMKM di sini,” tegas Hidayat.

Senada dengan Gubernur, Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, memiliki visi besar untuk Makam Sentosa yang luasnya mencapai 40 hektar.

“Makam ini adalah salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Kami sedang berupaya agar lokasi ini resmi terdaftar sebagai destinasi pariwisata unggulan,” ungkapnya.

Apresiasi juga datang dari Anggota Komisi I DPR RI, Rudianto Tjen. Ia memuji konsep festival yang merangkul semua golongan.

“Keharmonisan di Babel luar biasa. Setelah Cheng Beng, kita juga akan merayakan hari besar agama lain dengan semangat yang sama. Semua umat mendapat perhatian setara dari pemerintah,” tuturnya.

Tokoh agama Tionghoa, Yohanes Bunanda, berharap dukungan pemerintah tetap konsisten agar tradisi ini tidak tergerus zaman. Malam puncak itu pun ditutup dengan suasana hangat.

Di antara gemerlap lampu festival, tampak pejabat daerah seperti Danrem 045/Gaya, Wakapolda, hingga Kepala Perwakilan BI Babel berbaur bersama warga. (Suf)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!