OJK Babel Waspadai Lonjakan Pinjol Jadi Sinyal Masyarakat Kepepet Ekonomi
Siapkan Rekor MURI Terasi Terbesar di Toboali
Menurutnya, banyak masyarakat yang kehilangan uang akibat judi online, kemudian mencari pinjaman melalui pinjol untuk menutup kebutuhan keuangan.
Karena itu, OJK terus memperkuat program literasi dan inklusi keuangan, terutama menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa.
“Kalau sejak dini mereka tidak dibekali pemahaman keuangan, dikhawatirkan akan terjerat judi online, pinjaman online, maupun investasi ilegal. Siklusnya sering terjadi, uang habis karena judi online lalu beralih ke pinjol,” katanya.
Selain edukasi di lingkungan pendidikan, OJK Bangka Belitung juga bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka galeri investasi di sekolah dan perguruan tinggi.
Program tersebut bertujuan mengenalkan produk investasi yang legal sekaligus membangun budaya investasi sejak usia muda.
Tak hanya itu, OJK juga memperluas akses keuangan bagi kelompok masyarakat tertentu, seperti nelayan, penyandang disabilitas, hingga kalangan pesantren.
Dalam kesempatan itu, Eko juga mengungkapkan rencana penyelenggaraan pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui pembuatan terasi terbesar di Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada September atau Oktober 2026 di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan terasi khas Bangka Belitung ke pasar nasional sehingga dapat meningkatkan permintaan terhadap produk unggulan daerah.
“Harapannya produk terasi Bangka Belitung semakin dikenal secara nasional dan permintaannya meningkat. Kualitasnya juga tidak kalah dengan terasi dari daerah lain,” ujar Eko. (Suf)
STOP COPY-PASTE! Artikel ini dilindungi hak cipta. Penyalinan tanpa izin merupakan pelanggaran hukum.




