UBB

431 Lulusan UBB Diwisuda, Menko Yusril Ingatkan Sarjana Siap Hadapi Era AI

BANGKA, MEDIAQU.id – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, menghadiri Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda XXXVII Program Sarjana dan Magister Universitas Bangka Belitung (UBB) Tahun 2026 di Gedung Balai Utama De Universitaria, Kampus Terpadu UBB, Rabu (29/7/2026).

Dalam prosesi wisuda tersebut, Universitas Bangka Belitung mengukuhkan sebanyak 431 lulusan dari lima fakultas. Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran senat universitas, pimpinan UBB, Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, mitra kerja sama, orang tua wisudawan, serta tamu undangan.

Rektor UBB, Prof. Dr. Ibrahim, M.Si., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menko Yusril yang dinilai menjadi kebanggaan bagi seluruh sivitas akademika UBB.

“Kehadiran Bapak Menteri merupakan sebuah kehormatan bagi keluarga besar UBB. Kami meyakini orasi ilmiah yang disampaikan akan menjadi inspirasi dan motivasi bagi para wisudawan untuk terus berkarya, berintegritas, serta mengabdikan ilmu pengetahuan bagi masyarakat,” kata Ibrahim.

Dari total 431 lulusan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 170 orang, disusul Fakultas Sains dan Teknik 86 lulusan, Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan 70 lulusan, Fakultas Hukum 60 lulusan, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebanyak 45 lulusan.

Sebanyak 81 wisudawan berhasil meraih predikat cum laude. Sementara lulusan terbaik tingkat universitas diraih Reinhard Siahaan dari Fakultas Hukum dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98.

Baca juga  UBB Latih Pokdakan Mitra Mina Mandiri Terapkan Teknologi Maskulinisasi Ikan Nila

Dalam orasi ilmiahnya, Yusril menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab sebagai sarjana di tengah masyarakat.

“Wisuda bukanlah akhir dari belajar. Wisuda adalah dimulainya tanggung jawab Saudara sebagai sarjana untuk menjawab berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat. Ijazah bukan bukti ada pihak yang berutang pekerjaan kepada Saudara, tetapi bukti investasi pengetahuan yang harus diwujudkan dalam pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.

Yusril juga mengingatkan para lulusan agar mampu menghadapi perubahan dunia yang semakin cepat akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurutnya, AI mampu membantu manusia dalam berbagai pekerjaan, mulai dari menulis, menghitung, menerjemahkan hingga menganalisis data. Namun, teknologi tersebut tidak akan pernah mampu menggantikan tanggung jawab moral manusia.

“Kecerdasan buatan dapat membantu menulis, menghitung, menerjemahkan, merancang, dan menganalisis. Akan tetapi, teknologi tidak dapat menggantikan tanggung jawab moral manusia,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus dibekali integritas, etika, kepedulian sosial, serta kemampuan mengambil keputusan yang bertanggung jawab.

Melalui Wisuda XXXVII ini, Universitas Bangka Belitung kembali menegaskan komitmennya mencetak lulusan yang unggul, adaptif, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global. Para lulusan diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa inovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun Indonesia. (Suf)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!