Akademisi UBB Perkuat Peran Indonesia di Forum Smart Fisheries China

Teknologi tersebut harus berjalan beriringan dengan kemampuan manusia dalam memahami, mengoperasikan, mengadaptasi dan memanfaatkannya secara bertanggung jawab.
Salah satu gagasan yang diusulkan Indonesia dalam forum itu adalah Smart Fisheries Human Capability Network.
Konsep tersebut berupa jejaring yang mempertemukan perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, pusat pelatihan, sektor swasta, nelayan hingga pembudidaya ikan.
Jejaring tersebut diarahkan untuk mendorong pelatihan dan sertifikasi bersama, riset kolaboratif, living laboratories, pertukaran pengetahuan dan data, serta pemberdayaan generasi muda dan perempuan dalam pengembangan ekonomi biru.
Keterlibatan Dr. Tri Lestari menjadi bagian penting dalam mempertemukan perspektif kajian strategik dan global dengan keahlian di bidang pertanian, perikanan dan kelautan.
Pengalaman akademik Dr. Tri Lestari juga dinilai membuka peluang pengembangan agenda riset bersama yang lebih relevan dengan kebutuhan pembangunan sektor perikanan dan kelautan di kawasan.
Bagi UBB, keterlibatan akademisi dalam forum internasional tersebut menjadi momentum memperluas jejaring akademik sekaligus membuka peluang kerja sama lintas negara.
Kerja sama itu dapat dikembangkan dalam bidang riset, pendidikan, pelatihan, pertukaran pengetahuan serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Ke depan, kolaborasi Indonesia, China, ASEAN dan mitra Asia lainnya diharapkan menghasilkan kerja sama konkret untuk mendorong perikanan dan akuakultur yang inovatif, inklusif dan berkelanjutan.
Keterlibatan akademisi UBB dalam forum tersebut sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam membawa kontribusi keilmuan Indonesia ke tingkat global, terutama dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan, ekonomi biru, transformasi teknologi dan keberlanjutan sumber daya perikanan serta kelautan. (*)




