Penerima Beasiswa BAZNAS Pangkalpinang Turun Jadi 433 Pelajar, Ini Penyebabnya
“Tentu meringankan beban, karena yang dapat ini adalah kelas yang orang tuanya miskin, termasuk yang orang tuanya punya utang,” ujarnya.
Paidi mengatakan dana beasiswa berasal dari penghimpunan zakat, infak dan sedekah yang dihimpun dari ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang, mulai dari kelurahan, kecamatan hingga sekretariat daerah.
Namun, kontribusi tersebut belum maksimal. Menurut Paidi, baru sekitar 40–50 persen potensi kontribusi yang berjalan dan masih terdapat OPD maupun sekolah yang belum berkontribusi.
Padahal, BAZNAS memperkirakan potensi penghimpunan penghimpunan zakat, infak dan sedekah di Pangkalpinang dapat mencapai sekitar Rp300 juta per bulan, atau Rp3,6 miliar dalam setahun.
“Tahun ini target kita sebenarnya Rp2,5 miliar. Sampai saat sekarang ini baru terkumpul hanya Rp1,3 miliar,” kata Paidi.
Sebagai pembanding, pada tahun sebelumnya BAZNAS menargetkan penghimpunan Rp3,2 miliar dan berhasil mengumpulkan sekitar Rp2,1 miliar.
Paidi berharap kontribusi ZIS dapat diperluas, termasuk dari instansi vertikal yang ada di Pangkalpinang.
Ia menyebut sejumlah instansi seperti Polres, Kodim, Kejaksaan, pengadilan, BPS dan Pertanahan belum seluruhnya berkontribusi.
Sementara itu, Kementerian Agama dan Lapas Tuatunu disebut telah berkontribusi dalam penghimpunan penghimpunan zakat, infak dan sedekah.
“Peningkatan penghimpunan penghimpunan zakat, infak dan sedekah akan memperbesar kemampuan BAZNAS untuk menyalurkan bantuan pendidikan dan program sosial kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. (Suf)




