Di Balik Puing Kebakaran Dusun Serdang, Yogi Maulana Hadir Membawa Harapan
“Tidak ada bantuan yang mampu menggantikan rumah, harta benda, dan kenangan yang hilang akibat kebakaran ini. Namun, saya berharap lima ton beras dan bantuan tunai Rp100 juta ini bisa membantu memenuhi kebutuhan Bapak, Ibu, dan anak-anak selama masa sulit ini. Kami mungkin tidak bisa menghapus kesedihan yang dirasakan, tetapi kami ingin warga tahu bahwa mereka tidak sendiri. Kami hadir untuk berbagi beban dan menguatkan, agar perlahan-lahan kita bisa bangkit bersama,” ujar Yogi.
Bagi Yogi, kepedulian tidak cukup berhenti pada rasa prihatin. Warga yang terdampak membutuhkan dukungan nyata agar dapat melewati masa sulit, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan perlahan membangun kembali kehidupan mereka.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap bertahan, saling menguatkan, dan tidak kehilangan harapan meski harus menghadapi kenyataan pahit setelah kebakaran.
“Jangan kehilangan harapan. Saya tahu, tidak mudah menerima kenyataan ketika rumah dan harta benda yang dikumpulkan selama bertahun-tahun hilang dalam sekejap. Namun, saya percaya warga Dusun Serdang memiliki kekuatan untuk bangkit. Mari saling menguatkan, bergandengan tangan, dan membangun kembali kehidupan yang lebih baik. Kalian tidak sendiri. Kami ingin terus bersama masyarakat melewati masa sulit ini,” tutur Yogi.
Menjaga Harapan di Tengah Kehilangan
Pemulihan Dusun Serdang masih membutuhkan dukungan berbagai pihak. Selain penanganan kebutuhan darurat, warga memerlukan perhatian berkelanjutan agar dapat kembali menjalani kehidupan dengan layak
Yogi berharap pemerintah, dunia usaha, organisasi sosial, dan masyarakat turut mengambil bagian dalam membantu para korban. Menurut dia, semangat gotong royong harus terus dijaga, bukan hanya ketika bencana terjadi, tetapi juga selama warga berjuang bangkit.
Sebab, setelah api padam, pekerjaan belum selesai. Ada kehidupan yang harus ditata kembali, kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi, dan rumah-rumah yang kelak harus dibangun dari awal.
Di tengah kehilangan itu, pesan Yogi sederhana: warga Dusun Serdang tidak boleh merasa sendirian.
“Kita tidak bisa menghapus kesedihan yang telah terjadi, tetapi kita bisa saling menguatkan agar tidak ada warga yang merasa berjuang sendirian. Mari kita hadapi masa sulit ini bersama, saling membantu, dan menjaga harapan agar Dusun Serdang bisa bangkit kembali,” ujar Yogi.
Kalimat itu menjadi penegasan bahwa di balik puing-puing kebakaran, masih ada kepedulian yang dapat menguatkan. Rumah mungkin telah hangus, tetapi harapan warga untuk bangkit harus tetap menyala. (Suf)




