Pemkot Pangkalpinang Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Gerakan Ibu Hamil Sehat
Untuk memperluas jangkauan program, Pemkot Pangkalpinang akan mengoptimalkan peran 121 posyandu yang tersebar di wilayah kota.
Keberadaan posyandu dinilai penting untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama dalam memberikan pendampingan dan edukasi kepada ibu hamil.
Melalui posyandu, pemerintah ingin meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan, pemenuhan gizi, serta menjaga kesehatan hingga persalinan.
Saparudin mengatakan, penguatan gerakan tersebut akan dilanjutkan melalui kolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB).
“Gerakan ini nanti digencarkan terus di posyandu. Kita ada 121 posyandu yang rutin melaksanakan kegiatan ini. Maka kegiatan ini dilanjutkan oleh DP3AKB agar gerakan ini lebih masif ke masyarakat,” ujarnya.
Menurut Saparudin, keberhasilan pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga dan lingkungan sekitar.
Dukungan suami serta anggota keluarga diperlukan agar ibu hamil dapat menjalani pemeriksaan secara rutin dan memperoleh asupan gizi yang memadai.
Selain menekankan pemeriksaan medis dan pemenuhan gizi, Saparudin mengingatkan para ibu hamil untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani serta memperhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal.
Ia berharap Gerakan Ibu Hamil Sehat tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berlanjut menjadi gerakan bersama yang menjangkau masyarakat hingga tingkat kelurahan.
Dengan dukungan puskesmas, rumah sakit, posyandu, DP3AKB, dan keluarga, Pemkot Pangkalpinang menargetkan pendampingan ibu hamil dapat berjalan lebih optimal sejak awal kehamilan hingga persalinan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak sekaligus mendorong lahirnya generasi yang sehat, tumbuh optimal, dan terhindar dari risiko stunting. (*)




