Pangkalpinang

Nasib Nelayan Teluk Kelabat Dalam di Tengah Tambang Timah, WALHI dan ICW Angkat Suara

PANGKALPINAG, MEDIAQU.ID – Dampak pertambangan timah terhadap kehidupan nelayan dan kerusakan ekosistem laut di Teluk Kelabat Dalam, Bangka Belitung, menjadi sorotan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dan Indonesia Corruption Watch (ICW).

Kedua organisasi itu akan membahas pertanggungjawaban atas dampak pertambangan dan pemulihan lingkungan melalui webinar pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Webinar bertajuk “Dari Laut ke Pengadilan: Menagih Keadilan & Pemulihan Lingkungan atas Tambang Timah di Teluk Kelabat Dalam, Bangka Belitung” tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 10.00–12.30 WIB.

Forum ini akan membahas upaya memperjuangkan keadilan lingkungan sekaligus melindungi hak masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada laut.

Manajer Advokasi dan Kampanye WALHI Bangka Belitung, Regi Yoga Pratama, mengatakan Teluk Kelabat Dalam merupakan kawasan perairan penting bagi nelayan dan masyarakat pesisir.

Namun, aktivitas pertambangan timah di kawasan tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi ekosistem laut, hasil tangkapan nelayan, dan keberlanjutan sumber daya pesisir.

“Persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pertambangan, tetapi juga menyangkut hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat serta keberlangsungan mata pencaharian mereka,” ujar Regi, Jumat, 16 Oktober 2026.

Menurut Regi, penanganan persoalan pertambangan di Teluk Kelabat Dalam tidak cukup berhenti pada perdebatan mengenai aktivitas tambang. Pertanggungjawaban atas dampak yang ditimbulkan dan langkah pemulihan lingkungan juga perlu menjadi perhatian.

Melalui webinar tersebut, WALHI dan ICW akan mengangkat persoalan tanggung jawab atas dampak pertambangan, keadilan bagi masyarakat terdampak, serta upaya pemulihan ekosistem laut.

Baca juga  PLN Babel Siapkan 61 Posko Siaga, Ombudsman Pastikan Pasokan Listrik Ramadhan Aman

Pendekatan dari laut hingga pengadilan juga menempatkan jalur hukum sebagai salah satu ruang untuk memperjuangkan pertanggungjawaban.

“Pemulihan lingkungan menjadi bagian penting agar penanganan persoalan tidak berhenti pada perdebatan mengenai aktivitas pertambangan, tetapi juga menyentuh kondisi ekosistem dan kehidupan masyarakat pesisir,” katanya.

Diskusi ini akan digelar secara hibrida melalui Zoom dan siaran langsung di kanal YouTube WALHI Nasional serta ICW. Masyarakat dapat mengakses Zoom melalui kode QR yang tercantum pada poster kegiatan.

WALHI dan ICW berharap forum tersebut memperluas perhatian publik terhadap persoalan pertambangan timah di Teluk Kelabat Dalam, termasuk perlindungan ruang hidup nelayan dan pemulihan kawasan pesisir yang terdampak.

Bagi masyarakat pesisir, keberlanjutan laut berkaitan langsung dengan keberlangsungan mata pencaharian.

Karena itu, upaya mencari keadilan lingkungan perlu disertai perlindungan hak masyarakat serta langkah pemulihan ekosistem yang terdampak. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!