Bangka Belitung

Pertamina Pastikan Stok LPG 3 Kg di Bangka Belitung Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri

PANGKALPINANG, MEDIAQU.id — PT Pertamina memastikan pengamanan stok dan suplai LPG 3 kilogram di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjadi prioritas utama, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Hal tersebut disampaikan Sales Manager PT Pertamina Patra Niaga area Bangka Belitung, Satriyo Wibowo Wicaksono, Senin (2/2/2026).

Witcaksono mengatakan, langkah pengamanan ini dilakukan agar persoalan kelangkaan LPG 3 kilogram yang hampir rutin terjadi setiap tahun tidak kembali terulang, khususnya pada periode meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Intinya kami mengamankan stok dan suplai LPG di Bangka Belitung. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi, apalagi menjelang Ramadan dan Idulfitri,” ujarnya usai mengikuti audiensi bersama DPRD Babel terkait kelangkaan LPG,

Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama kelangkaan LPG bersubsidi adalah ketidakseimbangan antara kebutuhan riil masyarakat dengan suplai yang tersedia.

Ketika konsumsi meningkat sementara pasokan tidak disesuaikan, maka potensi kelangkaan sulit dihindari.

Sebagai langkah konkret, Pertamina telah menambah pasokan dengan menyiapkan tambahan satu kapal LPG setiap bulan untuk membackup kebutuhan tambahan di wilayah Babel.

Namun demikian, Witcaksono mengakui bahwa faktor cuaca ekstrem menjadi tantangan tersendiri dalam pendistribusian.

“Beberapa waktu lalu cuaca ekstrem menyebabkan kapal LPG tidak dapat beroperasi selama tiga hingga empat hari. Kondisi ini membuat stok cadangan di Bangka Belitung tergerus,” jelasnya.

Menanggapi wacana pembangunan kilang atau depot baru yang mencuat dalam rapat DPRD Babel, Witcaksono meluruskan bahwa yang dimaksud adalah pembangunan depot, bukan kilang.

Baca juga  SP Tega Bunuh Pacar Secara Sadis, Ia Mengklaim Kesal Sering Dimintai Uang

Depot tersebut nantinya berfungsi sebagai fasilitas penyangga suplai, termasuk untuk wilayah Pangkal Balam dan Kemelitung.

Namun, rencana pembangunan depot tersebut merupakan solusi jangka panjang karena memerlukan investasi besar serta evaluasi mendalam di tingkat pusat.

“Pembangunan depot bisa memakan waktu tiga hingga empat tahun. Untuk periode 2026–2027 kemungkinan belum dapat direalisasikan,” ungkapnya.

Sebagai langkah jangka menengah, Pertamina akan mengoptimalkan fasilitas depot yang telah ada, yakni di Pangkal Balam, Tanjung Pandan, dan Belinyu.

Selain itu, opsi paling realistis dalam waktu dekat adalah penambahan armada kapal suplai guna memperkuat ketahanan pasokan LPG di Babel.

“Jika kapal suplai dapat ditambah, maka keamanan pasokan akan lebih terjaga meskipun kapasitas penyimpanan masih tetap,” tambahnya.

Terkait adanya kritik dari tokoh masyarakat yang menilai Pertamina terkesan eksklusif dan kurang responsif terhadap kondisi masyarakat, Witcaksono menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap semua masukan.

“Masukan tentu kami terima. Kami hadir hingga ke level pangkalan. Produk yang dijual tetap produk Pertamina. Masyarakat juga dapat menyampaikan keluhan melalui Pertamina Call Center 135,” tegasnya.

Menurutnya, layanan tersebut menjadi jalur tercepat bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan tanpa kebingungan, sekaligus memastikan setiap aduan dapat ditindaklanjuti oleh tim Pertamina di wilayah setempat. (Suf)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!