Prof. Udin Soroti Stagnasi APBD, Janjikan Perjuangan untuk Guru dan Tenaga Kesehatan

PANGKALPINANG, MEDIAQU.ID – Malam itu, suasana debat publik Pilkada Kota Pangkalpinang 2025 memanas, Selasa malam (19/8/2025) di Aston Emidary Bangka Hotel.
Di antara sorot lampu panggung dan tatapan pasang mata, calon wali kota nomor urut 3, Prof. Saparudin atau Prof. Udin, berdiri tegak menjawab pertanyaan yang menyentuh banyak hati: bagaimana meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga kesehatan?
Pertanyaan itu bukan sekadar retorika. Data BPS 2024 telah lebih dulu menyingkap kenyataan pahit: gaji sebagian guru dan tenaga kesehatan di Pangkalpinang masih berada di bawah kebutuhan hidup layak.
Banyak yang bekerja sepenuh hati, namun belum sepenuhnya mendapat perlindungan dan penghargaan yang sebanding.
Prof. Udin tidak menunda jawabannya. Dengan nada penuh keyakinan, ia menegaskan, guru dan tenaga kesehatan akan menjadi prioritas utama jika ia terpilih.
“Untuk sekitar 200 guru honor, kita akan perjuangkan agar diangkat menjadi tenaga P3K. Sedangkan bagi guru yang belum tersentuh sertifikasi, termasuk guru agama, kita siapkan bantuan Rp5 juta per orang untuk mempercepat prosesnya,” ungkapnya.
Ucapan itu membuat beberapa orang yang hadir dalam ruangan tampak saling menatap, sebagian bahkan menuliskan sesuatu di buku kecil mereka. Ada secercah harapan di balik kalimat itu.
Tak hanya guru, tenaga kesehatan juga mendapat perhatian khusus. Prof. Udin menyebut mereka sebagai “garda depan pelayanan masyarakat” yang harus mendapat dukungan penuh. Beasiswa pendidikan, peningkatan kompetensi, hingga insentif tambahan menjadi bagian dari rencananya.




