CerpenHeadline

Dari Sholat Dhuha ke Proyek Fee 15 Persen

“Eh, Andi! Lo masih salat, nih?” tanya Tono sambil tertawa melihat Andi yang sedang berdiri untuk salat.

Andi mengangguk. “Ya, gue masih salat. Salat itu kan kewajiban, Tono. Tapi, ya gini, loh, gue jadi lebih sering merenung. Dulu gue pikir rezeki itu datangnya dari proyek-proyek besar. Eh, ternyata ya, karma tuh datangnya dari mana aja.”

Tono tertawa. “Lo masih mikirin karma? Kan lo udah makan duit orang banyak tuh, Andi. Lo ingat gak waktu proyek jembatan? Gila, fee-nya bisa buat beli rumah satu komplek, tuh.”

Andi tersenyum pahit. “Ya, gue inget. Tapi gue pikir itu semua halal. Ternyata, di akhirat, gak ada yang bisa nyembunyikan jejak.”

Lima tahun berlalu, dan Andi akhirnya meninggal dunia karena sakit yang tak kunjung sembuh. Tapi, ia tidak tahu bahwa kehidupan setelah mati akan membawa kejutan besar.

Begitu ia membuka mata, Andi tidak berada di surga yang penuh dengan bidadari dan kebahagiaan. Tidak. Ia malah berada di tempat yang sangat panas, dengan api yang menyala-nyala di sekelilingnya.

Baca juga  Dinas Pertanian Basel Akan Turunkan Pompa Air Atasi Kekeringan Sawah

“Ini di mana, ya?” kata Andi dengan kebingungan. “Jangan-jangan, gue masuk ke restoran Padang yang sambalnya kelewat pedas!”

Tiba-tiba, sosok yang familiar muncul di depannya. Ternyata itu adalah teman-teman lamanya kontraktor, anak buahnya, dan bahkan atasannya yang dulu menerima fee dari proyeknya.

“Heh, Andi! Gimana, rasanya sekarang? Dulu, lo bikin proyek gede-gede, sekarang malah ikut proyek panas di sini!” kata salah satu kontraktor yang dulu sering memberi “setoran” ke Andi.

Andi hanya bisa tertunduk malu. “Gue pikir gue bisa terus hidup enak dengan cara itu, ternyata ini yang gue dapatkan.”

Teman-temannya yang sudah lebih dulu “menyelesaikan proyek” di sana tertawa sinis. “Gak bisa dibeli, tuh, feenya. Di sini, semua bayar dengan perbuatan, bukan dengan uang!” kata teman Andi yang sudah lebih dulu jadi penghuni neraka.

Andi hanya bisa menghela napas. “Kalau gitu, gue cuma bisa minta maaf. Tapi kayaknya permintaan maaf gue gak bakal cukup, ya?” (*)

Toboali, 12 November 2024
Ahmad Yusuf

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!