Tak Tinggal Diam, Otom Muhammadiyah Babel Turun ke Jalan Bantu Korban Gempa NTT
PANGKALPINANG, MEDIAQU.ID — Ketika saudara sebangsa di Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi musibah gempa bumi, keluarga besar Muhammadiyah di Bangka Belitung memilih untuk tidak tinggal diam.
Para kader organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah bersama relawan turun langsung ke sejumlah ruas jalan di Kota Pangkalpinang untuk menggalang donasi bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Aksi tersebut menjadi bagian dari gerakan solidaritas kemanusiaan Muhammadiyah Babel untuk mengetuk kepedulian masyarakat terhadap warga NTT yang tengah membutuhkan bantuan.
Dengan membawa kotak donasi, para relawan berdiri di sejumlah persimpangan lampu merah dan mengajak pengguna jalan menyisihkan sebagian rezekinya.
Penggalangan dana dilakukan di beberapa titik, yakni Lampu Merah Ramayana, Lampu Merah Semabung, Lampu Merah Jalan Mentok, dan Lampu Merah Kampung Keramat.
Kegiatan tersebut melibatkan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Pemuda Muhammadiyah, Tapak Suci Putera Muhammadiyah, serta relawan Muhammadiyah.
Koordinator Tim Lapangan, Ramawandika, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Bangka Belitung terhadap korban bencana di NTT.
“Kami mengajak masyarakat Bangka Belitung untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian kepada saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT,” kata Ramawandika.
Ia menegaskan, nilai bantuan bukan menjadi ukuran utama dalam aksi tersebut.
Menurutnya, kepedulian yang diberikan masyarakat, meski dalam jumlah kecil, tetap memiliki arti bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit.
“Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, tentu akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Donasi Disalurkan Melalui Lazismu dan MDMC
Bantuan yang terkumpul dari masyarakat nantinya akan dikelola melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kepulauan Bangka Belitung bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).
Manager Area Mita Pratiwi mengatakan keterlibatan berbagai unsur Muhammadiyah menjadi kekuatan dalam menggerakkan aksi kemanusiaan tersebut.
Menurut Mita, sinergi antara Lazismu, MDMC, Ortom Muhammadiyah, dan relawan diperlukan agar bantuan yang dihimpun dapat dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang menggalang bantuan, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama membangun kepedulian dan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujar Mita.
Ia berharap aksi tersebut dapat menggerakkan lebih banyak masyarakat untuk ikut membantu korban bencana.
Bagi para relawan, turun ke jalan bukan sekadar mengumpulkan donasi. Mereka juga ingin menyampaikan pesan bahwa musibah yang terjadi di daerah lain merupakan persoalan kemanusiaan bersama.
Semangat itu pula yang membuat kader-kader muda Muhammadiyah ikut terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
Mereka menjadi bagian dari gerakan untuk menghubungkan kepedulian masyarakat Bangka Belitung dengan kebutuhan saudara-saudara mereka yang terdampak bencana di NTT.
Keluarga besar Muhammadiyah Babel berharap dukungan masyarakat terus mengalir. Semakin banyak bantuan yang terkumpul, semakin besar pula manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat terdampak.
Aksi solidaritas tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal jarak.
Dari Pangkalpinang, pesan kemanusiaan itu dikirimkan kepada masyarakat NTT: ketika saudara sedang membutuhkan, selalu ada tangan yang terulur untuk membantu.
Muhammadiyah Babel “Bersama Menguatkan, Bersama Membantu, Bersama untuk Kemanusiaan”. (Suf)




