PT Timah Dukung Pemerintah Turunkan Angka Stunting di Bangka Barat Lewat Edukasi Gizi
Lisa Astari, salah satu warga Desa Cupat yang ikut serta dalam kegiatan tersebut, merasa sangat senang dengan adanya program edukasi ini.
“Kami sangat berterima kasih dengan adanya program stunting dari PT Timah ini, dan tentunya kami sangat senang sekali dengan program ini, karena dapat menambah wawasan dan pengetahuan kami secara mendalam tentang stunting itu sendiri,” ujarnya.
Lisa berharap, program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar, khususnya dalam upaya pemenuhan gizi anak-anak yang mengalami stunting.
“Semoga kedepannya, PT Timah juga dapat memberikan asupan gizi untuk anak-anak yang mengalami stunting, dan dapat terus berjalan hingga angka stunting di desa kami turun,” harap Lisa.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai stunting, sehingga mereka tidak lagi merasa malu atau kecewa jika anak mereka mengalami kondisi tersebut.
“Ketika orang tua mendapati anaknya mengalami stunting, mereka sering kali merasa tidak menerima, karena ada anggapan negatif terhadap stunting. Namun, dengan adanya kegiatan seperti ini, para orang tua dapat lebih mengerti dan memahami apa itu stunting,” jelasnya.
Anggi Siahaan, Department Head Corporate Communication PT Timah, menegaskan bahwa perusahaan terus berkomitmen untuk mendukung program pemerintah, termasuk dalam menangani masalah stunting.
“Program edukasi pembelajaran gizi untuk menurunkan angka stunting ini selaras dengan Program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan pemenuhan gizi anak. PT Timah turut berperan dalam menyukseskan program ini dengan berkolaborasi bersama AIMI Babel,” kata Anggi.
Ia berharap, program ini dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, terutama para ibu dan anak-anak, sehingga Indonesia dapat mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan produktif.
Dengan adanya kolaborasi antara PT Timah dan AIMI Babel, serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan masalah stunting dapat terus ditekan dan pada akhirnya angka stunting di Kabupaten Bangka Barat bisa mencapai titik nol. Kegiatan edukasi seperti ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi yang tepat bagi tumbuh kembang anak. (*))
Sumber : www.timah.com




