Pihak PT PMM juga menanggapi klaim mengenai pemasangan terali di lokasi tersebut, yang dikatakan oleh sebagian pihak sebagai tanda adanya penyekapan.
Tian menegaskan bahwa terali besi yang ada di area tersebut bukanlah untuk menghalangi gerak seseorang, melainkan untuk alasan keamanan transaksi keuangan.
“Tempat pembayaran di perusahaan, termasuk yang ada di perkebunan kelapa sawit, menggunakan terali besi untuk mengamankan uang yang ada di sana. Konotasi yang muncul tentang terali besi itu salah. Itu bukan untuk menyekap, melainkan untuk menjaga transaksi perusahaan yang dilakukan setiap bulan dengan para karyawan,” ujarnya.
“Ruangan tempat ibu Nadia dan anaknya berada tidak memiliki pintu yang menghalangi mereka untuk keluar. Mereka bisa bebas masuk dan keluar kapan saja. Kami sudah meminta bantuan dari petugas untuk menjaga dan memastikan mereka dalam kondisi aman,” tambah Tian.
Sementara humas PT PMM Ferianto menjelaskan, alasan ibu Nadia dan anaknya berada di perusahaan adalah terkait pencarian suami Nadia, yang diduga terlibat dalam tindak pencurian bahan bakar minyak (BBM) solar milik PT PMM.
Pihak manajemen perusahaan mengatakan bahwa suami Nadia bekerja sebagai sopir di PT PMM dan sedang dicari karena dugaan tersebut.
Sebagai bagian dari proses pencarian, ibu Nadia dan anaknya dibawa ke lokasi perusahaan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait keberadaan sang suami. (*)



