Syafiq juga menyatakan bahwa Muhammadiyah tidak hanya fokus pada aspek internasional, tetapi juga memperhatikan perdamaian internal di kalangan bangsa Palestina. “Secara internal, bangsa Palestina harus ada perdamaian dan persatuan untuk menyikapi isu Palestina-Israel ini,” tegasnya.
Dalam upaya membangun resiliensi bagi rakyat Palestina, Muhammadiyah tidak berjalan sendiri. Selain menguatkan kapasitas masyarakat Palestina, Muhammadiyah juga aktif menyalurkan bantuan kemanusiaan dan memberikan beasiswa bagi putra-putri Palestina di Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah. (*)
Sumber : MUHAMMADIYAH.OR.ID




