Didukung PT Timah, Rekonstruksi Wajah Depati Amir Disetujui Sejarawan dan Keluarga
KUPANG – Upaya penyusunan ulang ilustrasi wajah Depati Amir memasuki fase krusial melalui kegiatan napak tilas sejarah di Kota Kupang.
Kegiatan ini melibatkan sejarawan Bangka Belitung Ahmad Elvian bersama PT Timah Tbk serta perwakilan keluarga keturunan Depati Amir. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat keakuratan historis dalam proses rekonstruksi wajah tokoh pahlawan tersebut.
Napak tilas difokuskan pada penelusuran jejak pengasingan Depati Amir di Kupang. Sebelumnya, rombongan terlebih dahulu melakukan silaturahmi dengan keluarga keturunan di Banten sebelum melanjutkan perjalanan ke Nusa Tenggara Timur.
Dalam rombongan turut hadir Zainal Abidin, yang merupakan keturunan Depati Amir dari garis Depati Hamzah, bersama tim dari PT Timah dan sejarawan.
Setibanya di Kupang, rombongan melakukan ziarah ke makam Depati Amir serta tokoh keluarga lainnya, yakni Depati Bahren dan Depati Hamzah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah yang berkaitan dengan kehidupan Depati Amir selama masa pengasingan.
Beberapa titik yang didatangi antara lain Masjid Al Baitul Qadim yang diyakini sebagai masjid pertama yang dibangun Depati Amir, rumah tinggalnya, lokasi tempat berwudhu, penjara Kupang, hingga pelabuhan lama yang menjadi titik awal kedatangannya saat diasingkan.
Puncak rangkaian kegiatan berlangsung dalam forum musyawarah keluarga yang digelar di Aston Kupang Hotel & Convention Center pada Minggu malam (19/4/2026). Pertemuan ini dihadiri keluarga besar keturunan Depati Amir, sejarawan, serta pihak perusahaan.
Dalam forum tersebut, keluarga menyatakan persetujuan terhadap hasil rekonstruksi ilustrasi wajah Depati Amir yang telah disusun berdasarkan berbagai referensi historis.
Salah satu rujukan penting dalam proses ini adalah buku Schilderungen aus Ostindiens Archipel yang ditulis oleh Franz Epp. Buku tersebut memuat catatan perjalanan dan pengamatan di wilayah Hindia Timur pada awal abad ke-19.
Ahmad Elvian menjelaskan bahwa proses rekonstruksi dilakukan secara hati-hati dengan menggabungkan sumber tertulis dan keterangan dari keluarga.
“Rekonstruksi ini merupakan bentuk penguatan sejarah setelah lebih dari tujuh tahun Depati Amir dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Kini visual wajahnya telah melalui proses panjang dan mendapat persetujuan keluarga,” ujarnya.
Ia berharap hasil tersebut dapat segera diajukan ke Kementerian Sosial Republik Indonesia sebagai bagian dari dokumentasi resmi pahlawan nasional.
Perwakilan keluarga, Dewi Sulita Bahren, mengungkapkan rasa haru setelah melihat hasil rekonstruksi yang dinilai lebih mendekati gambaran asli.
“Terima kasih atas dukungan yang diberikan sejak proses pengusulan hingga rekonstruksi. Kami bangga melihat perjuangan leluhur kami dapat dihadirkan kembali secara lebih nyata,” katanya.
Hal senada disampaikan Zainal Abidin yang mengaku merasakan kesan mendalam saat pertama kali melihat ilustrasi tersebut.
“Sosoknya terlihat tegas dengan tatapan kuat, mencerminkan semangat perjuangan melawan ketidakadilan,” ujarnya.
Sementara itu, Departement Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan, menyampaikan bahwa proses rekonstruksi telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Menurut dia, tim rekonstruksi bekerja sama dengan sejarawan dan keluarga untuk menghimpun data visual, baik dari referensi utama maupun wawancara sebagai data pendukung.
“Proses ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam melestarikan sejarah dan menghormati jasa Pahlawan Nasional Depati Amir,” kata Anggi.
Ia menambahkan, persetujuan dari keluarga dan sejarawan menjadi langkah penting untuk menghadirkan representasi visual Depati Amir sebagai salah satu tokoh kebanggaan Bangka Belitung.
Sumber : www.timah.com




