Dibandingkan Maret 2024, jumlah penduduk miskin di perkotaan menurun sebanyak 0,59 juta orang, sementara di perdesaan turun sebanyak 0,57 juta orang.
Namun, meskipun jumlah orang miskin berkurang, tantangan utama tetap berada pada kemampuan masyarakat untuk bertahan hidup dengan anggaran terbatas, apalagi dengan inflasi harga bahan pokok yang terus meningkat.
Garis kemiskinan yang terbilang rendah ini memunculkan pertanyaan besar: Apakah angka Rp595.242 cukup untuk hidup layak di Indonesia?
Dengan harga kebutuhan pokok yang terus naik, banyak yang merasa anggaran tersebut hanya cukup untuk bertahan hidup, bukan untuk meningkatkan kualitas hidup.
Sebagai upaya untuk lebih mengurangi angka kemiskinan, dibutuhkan kebijakan pemerintah yang lebih efektif dan merata, terutama di daerah-daerah perdesaan yang masih memiliki angka kemiskinan tinggi. (*)
Ahmad Yusuf
Toboali, 17 Januari 2025




