DPRD Babel

Edi Nasapta Minta Pangkalpinang Ditata Lebih Modern

PANGKALPINANG, MEDUAQU.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Nasapta, mengingatkan pentingnya penataan Kota Pangkalpinang sebagai ibu kota provinsi agar tampil lebih modern, rapi, dan memiliki daya saing.

Menurut Edi, Pangkalpinang bukan sekadar pusat pemerintahan, tetapi juga representasi wajah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Karena itu, penataan kota harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

“Pangkalpinang ini wajah provinsi. Jadi harus benar-benar diperhatikan, baik dari sisi tata kota, estetika, maupun aktivitas ekonominya,” ujar Edi.

Ia menilai salah satu potensi besar yang dimiliki Pangkalpinang adalah keberadaan sungai-sungai yang membelah kota. Potensi tersebut, kata dia, dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan jika dikelola secara tepat.

Edi pun menyoroti kawasan Jembatan Dua Belas sebagai titik strategis yang bisa dikembangkan menjadi pusat aktivitas baru berbasis wisata air.

Menurutnya, pemerintah kota cukup menyiapkan fasilitas dasar seperti dermaga, sehingga dapat menarik minat investor untuk masuk dan mengembangkan kawasan tersebut.

“Kalau dermaga sudah tersedia, investor bisa membangun restoran terapung atau konsep wisata lainnya yang menarik,” jelasnya.

Ia bahkan mengusulkan konsep wisata makan malam di atas kapal atau “dinner cruise” skala kecil yang menyusuri sungai.

“Ini bisa jadi daya tarik baru. Orang bisa menikmati suasana malam di atas kapal sambil makan, tentu akan memberikan pengalaman berbeda,” katanya.

Baca juga  Masyarakat Bangka Barat Suarakan Keluhan Tambang, DPRD Babel Janji Tindak Lanjut

Selain potensi wisata, Edi juga menyoroti kondisi infrastruktur kota, terutama pada bagian pembatas jalan di sejumlah ruas utama seperti Jalan Mayor Safrie Rahman hingga kawasan alun-alun dan titik nol kilometer.

Ia menilai desain yang ada saat ini sudah perlu diperbarui agar lebih modern dan mencerminkan identitas ibu kota provinsi.

“Pembatas jalan, pot tanaman, dan penataan pohon di median harus didesain ulang supaya lebih menarik secara visual,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga mendorong penambahan lampu-lampu kota dengan desain estetik guna menciptakan suasana kota yang hidup, khususnya pada malam hari.

Edi turut menekankan pentingnya revitalisasi sungai, mulai dari kebersihan, penataan bantaran, hingga pencahayaan kawasan agar lebih tertata dan nyaman.

Di sisi lain, ia mengingatkan agar trotoar diperbaiki sehingga lebih layak digunakan pejalan kaki. Pengaturan lalu lintas juga dinilai perlu ditata ulang, termasuk kemungkinan penerapan sistem satu arah di beberapa ruas jalan.

Ia menambahkan, maraknya kafe dan warung kopi menjadi indikator tumbuhnya ekonomi masyarakat. Namun, tanpa penataan yang baik, pertumbuhan tersebut bisa kurang terarah.

“Kalau ditata dengan baik, kota ini bisa hidup dari pagi sampai malam dan menjadi kebanggaan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!