PANGKALPINANG — Suasana mendadak berubah di Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung, Rabu pagi (18/6/2025), ketika sejumlah petugas dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung melakukan penggeledahan secara tertutup. Operasi senyap yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB itu langsung menarik perhatian publik dan kalangan media.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai kasus atau dugaan pelanggaran yang menjadi dasar penggeledahan. Baik pihak Kejati maupun BWS belum memberikan keterangan apapun kepada awak media.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa penggeledahan dilakukan dengan pengamanan ketat. Aktivitas di lingkungan kantor BWS tampak minim, dan akses masuk dijaga oleh petugas keamanan internal. Awak media yang berusaha masuk ke area gedung untuk meliput pun ditolak.
Petugas membenarkan bahwa tim Kejati tiba sekitar pukul 10.00 WIB, namun enggan merinci jumlah personel maupun tujuan kedatangan tim kejaksaan tersebut.
Upaya konfirmasi kepada Kejati Bangka Belitung belum membuahkan hasil. Pesan dan panggilan awak media sejauh ini belum direspons oleh pihak kejaksaan. Demikian pula dengan pihak BWS Bangka Belitung yang belum bersedia memberikan tanggapan resmi.
Hingga siang hari, suasana di lokasi masih tertutup. Beberapa pegawai terlihat berada di area dalam kantor, namun tidak ada aktivitas berarti yang dapat dipantau dari luar. Pagar kantor tertutup rapat, sementara masyarakat dan wartawan hanya bisa menunggu di balik pagar.
Publik kini bertanya-tanya mengenai maksud dari operasi senyap yang dilakukan kejaksaan. Sebagai lembaga teknis yang memiliki peran vital dalam pengelolaan sumber daya air di Bangka Belitung, keterlibatan BWS dalam penyelidikan hukum tentu mengundang perhatian banyak pihak.
Pihak Kejati diharapkan segera memberikan penjelasan resmi untuk menjawab spekulasi yang berkembang di masyarakat. Operasi ini juga menjadi sinyal bahwa penegakan hukum tengah menyasar sektor-sektor strategis, termasuk lembaga pengelola proyek infrastruktur. (*)



