PKB dan Paguyuban Nahdliyin Solid Menangkan Prof. Udin-Cece Dessy
Strategi awal PKB, menurut Agam, adalah membangun kepercayaan di antara kader dan konstituen terhadap visi kerakyatan yang diusung Prof. Udin dan Cece Dessy. Dengan dukungan yang terkoordinir dari berbagai paguyuban ini, ia optimistis kemenangan akan dapat diraih.
Dalam pertemuan tersebut, Agam tidak hanya menyampaikan dukungan politik, tetapi juga membawa sejumlah aspirasi dari masyarakat yang diharapkan dapat dijawab oleh Prof. Udin dan Cece Dessy jika terpilih.
Salah satu isu krusial yang diangkat adalah tingginya pajak reklame di Pangkalpinang yang mencapai 20%, dinilai sangat membebani pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“UMKM juga kesulitan berjualan di kegiatan bazar karena padatnya jadwal, bahkan bisa empat kali dalam sebulan dan harga sewa yang cukup tinggi. Ini perlu ditata ulang agar pelaku usaha kecil bisa mendapat penghasilan yang lebih stabil dan adil,” jelas Agam, menyuarakan harapan agar kebijakan pemerintah kota ke depan lebih berpihak pada keberlangsungan UMKM.
Agam mengakhiri pernyataannya dengan keyakinan penuh terhadap kapabilitas Prof. Udin dan Cece Dessy dalam memimpin Kota Pangkalpinang.
“Kami melihat pasangan ini punya komunikasi yang santai, persuasif, dan dekat dengan rakyat. Komitmen politiknya realistis. Insya Allah, jika mereka diberi amanah, Pangkalpinang akan dipimpin dengan adil, manusiawi, dan berpihak pada masyarakat kecil,” pungkasnya. (*)




