Dukung Program 3 Juta Rumah, PT Timah Bangun Hunian Layak untuk Warga
PANGKALPINANG – Komitmen PT Timah Tbk dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kembali diwujudkan melalui pembangunan rumah layak huni bagi warga berpenghasilan rendah di wilayah operasional perusahaan.
Program ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap target pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah untuk mengatasi backlog perumahan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2025, PT Timah telah membangun dan merenovasi tujuh rumah layak huni di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Kepulauan Riau.
Salah satu penerima manfaat adalah Nursen Nein (66), warga Desa Lalang, Belitung Timur. Ia merasa haru dan bersyukur rumah yang ditempatinya sejak 1948 akhirnya mendapat renovasi, terutama pada bagian atap dan dinding yang sudah lapuk.
“Kondisi rumah memang perlu segera direhab, terutama atap dan dinding yang rusak berat. Rumah ini sudah rapuh, dinding papan juga mulai lapuk. Kalau dibiarkan bisa roboh,” ujar Nursen, Rabu (17/9/2025).
Menurutnya, keterbatasan ekonomi membuat rencana memperbaiki rumah hanya sebatas angan. Kondisi kian sulit sejak pandemi Covid-19, ketika sumber penghasilan utamanya berkurang drastis.
“Sejak Covid ekonomi saya jatuh. Tidak ada biaya untuk memperbaiki rumah, padahal sering khawatir kalau hujan deras karena atap bisa runtuh,” katanya.
Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, mengatakan program rumah layak huni merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk membantu masyarakat lingkar tambang.
“Rumah adalah fondasi kualitas hidup yang lebih baik. Dengan rumah layak huni, masyarakat bisa hidup lebih sehat, produktif, dan sejahtera. Program ini juga sejalan dengan target pemerintah membangun 3 juta rumah,” ujar Anggi.
Ia menambahkan, program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan papan masyarakat tetapi juga menunjukkan sinergi antara PT Timah dan pemerintah dalam pembangunan nasional.
“Harapannya, dengan rumah layak huni, warga punya kesempatan lebih besar meningkatkan taraf hidup, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi,” katanya. (*)
Sumber : www.timah.com




