Pemkot Pangkalpinang

Yan Rizana: Data Inflasi BPS Jadi Dasar Kebijakan Pemkot Pangkalpinang

PANGKALPINANG, MEDIAQU.id – Pemerintah Kota Pangkalpinang menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat menyusul rilis inflasi Desember 2025 oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Mewakili Wali Kota Pangkalpinang, Kepala Bapperida Kota Pangkalpinang Yan Rizana menilai data inflasi menjadi indikator strategis dalam menentukan arah kebijakan daerah.

“Data inflasi sangat penting karena mencerminkan stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Ini berkaitan langsung dengan kesejahteraan warga dan menjadi perhatian utama pemerintah daerah,” ujar Yan Rizana saat menghadiri rilis Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Kota Pangkalpinang, Senin (5/1/2026).

Yan menyebut, pemerintah daerah akan memperkuat peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta mengambil langkah antisipatif guna menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok, terutama pada kelompok pangan yang kerap menjadi pemicu inflasi.

Sejalan dengan itu, BPS Kota Pangkalpinang mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) pada Desember 2025 sebesar 2,58 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,53.

Yan Rizana menambahkan, data pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menyusun program pembangunan serta memperkuat sektor-sektor unggulan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Dengan data yang akurat dan terkini, kebijakan yang diambil diharapkan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.

Baca juga  Ini Cara Prof. Udin Atasi Parkir Liar di Pangkalpinang

Kepala BPS Kota Pangkalpinang Dewi Savitri menjelaskan, inflasi y-on-y tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami lonjakan cukup signifikan.

“Kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami kenaikan indeks sebesar 7,16 persen, dan menjadi penyumbang utama inflasi di Pangkalpinang,” kata Dewi.

Selain kelompok pangan, kenaikan indeks juga terjadi pada kelompok transportasi (1,92 persen), kesehatan (1,52 persen), perawatan pribadi dan jasa lainnya (3,68 persen), serta penyediaan makanan dan minuman/restoran (1,22 persen).

Sementara itu, kelompok pendidikan dan informasi, komunikasi, serta jasa keuangan justru mengalami deflasi secara tahunan.

BPS juga mencatat inflasi month to month (m-to-m) Desember 2025 sebesar 0,17 persen, serta inflasi year to date (y-to-d) sebesar 2,58 persen.

Dari sisi perekonomian, Dewi memaparkan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Pangkalpinang pada triwulan III-2025 atas dasar harga berlaku mencapai Rp5,06 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp2,72 triliun.

Meski secara triwulanan ekonomi mengalami kontraksi 4,24 persen, namun secara tahunan ekonomi Pangkalpinang masih tumbuh 4,12 persen.

Secara kumulatif hingga triwulan III-2025, ekonomi daerah tercatat tumbuh 7,27 persen dan menyumbang 17,38 persen terhadap total PDRB tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (Suf)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!