JAKARTA — Mengawali tahun 2026 dengan catatan positif, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) kembali mencuri perhatian di level nasional. Di bawah kepemimpinan Gubernur Hidayat Arsani, Bangka Belitung berhasil masuk 5 besar provinsi terbaik se-Indonesia dalam pengawasan barang dan jasa. Prestasi tersebut ditandai dengan diraihnya Indonesian Market Surveillance (INAMS) Award dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Moga Simatupang, di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026). INAMS Award diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pemerintah daerah yang dinilai konsisten dan optimal dalam melakukan pengawasan barang dan jasa yang beredar di pasar, sekaligus melindungi hak-hak konsumen. Dalam keterangannya, Moga Simatupang menjelaskan bahwa INAMS merupakan sistem digital nasional berbasis risiko yang digunakan untuk melaporkan hasil pengawasan barang dan jasa. Sistem ini dikembangkan untuk memperkuat integrasi data antara pemerintah pusat dan daerah, serta meningkatkan efektivitas pengawasan pasar. “Sejak diperkenalkan secara nasional pada 2023 hingga Desember 2025, INAMS telah mencatat 2.553 laporan hasil pengawasan dari 37 dinas provinsi di seluruh Indonesia. Data ini menjadi fondasi penting dalam pengambilan kebijakan pengawasan yang lebih tepat sasaran,” ungkap Moga. Ia menegaskan, penghargaan INAMS Award diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan serta pemanfaatan sistem digital secara berkelanjutan. Bangka Belitung dinilai unggul dalam penerapan INAMS secara konsisten dan efektif, sehingga mampu bersaing dengan provinsi-provinsi besar dan menempati peringkat empat nasional, sejajar dengan Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, dan DKI Jakarta. Gubernur Hidayat Arsani menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Pemprov Babel dalam membangun sistem pengawasan pasar yang profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. “Penghargaan ini bukan sekadar prestasi, tetapi juga amanah. Kami ingin memastikan masyarakat Bangka Belitung mendapatkan produk yang aman, berkualitas, dan sesuai ketentuan,” ujar Hidayat. Ia menegaskan, capaian sebagai 5 provinsi terbaik nasional harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan dan memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat. “Ke depan, kami akan terus mendorong pengawasan berbasis risiko dan pemanfaatan sistem digital seperti INAMS agar perlindungan konsumen dan kepastian usaha dapat berjalan seimbang,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Babel, Subekti Saputra, menyebut INAMS Award sebagai penghargaan bergengsi yang mencerminkan komitmen kuat pimpinan daerah serta soliditas seluruh jajaran pengawasan dan pelaporan di lingkungan Pemprov Babel. Ia berharap, penghargaan INAMS Award 2026 dapat menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan kinerja pengawasan barang dan jasa, sekaligus memperkuat posisi Bangka Belitung sebagai daerah yang serius melindungi konsumen dan menjaga tertib niaga. (*)