Gubernur Subsidi Beras Premium Jadi 50 Ribu, Pastikan Warga Selindung Bisa Lebaran Tenang
PANGKALPINANG, MEDIAQU.id – Strategi Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dalam menjaga isi kantong rakyat menjelang Idulfitri 1447 H kian agresif. Tak lagi menunggu di halaman kantor gubernur, Gubernur Babel Hidayat Arsani memilih “nyemplung” langsung ke tengah masyarakat di Terminal Selindung, Pangkalpinang, Kamis (12/3).
Bersama Ketua TP PKK Babel, Noni Hidayat Arsani, sang gubernur meninjau langsung gelaran Pasar Murah dan Bazar UMKM. Kehadiran orang nomor satu di Negeri Serumpun Sebalai ini bukan sekadar seremoni, melainkan membawa kado manis berupa subsidi harga pangan yang signifikan.
Hidayat membuat kejutan bagi warga yang sedang mengantre. Melihat tingginya kebutuhan akan beras berkualitas, ia memutuskan memberikan subsidi tambahan untuk beras premium.
Beras yang semula dibanderol Rp 75.000 per 5 kilogram, langsung dipangkas menjadi Rp 50.000. Sontak, kebijakan “todong” harga ini disambut sorak gembira ibu-ibu yang hadir.
“Pemerintah harus hadir, bukan cuma menonton. Lewat pasar murah ini, kita pastikan stok ada dan harganya masuk akal. Saya ingin masyarakat bisa menyambut Lebaran dengan tenang, tanpa pusing memikirkan harga dapur yang melonjak,” tegas Hidayat di sela-sela melayani warga.
Hidayat menyadari bahwa akses menjadi kendala utama masyarakat kecil. Ke depan, ia menginstruksikan agar pasar murah tidak lagi tersentralisasi di pusat kota atau kantor pemerintahan saja.
“Kita ubah polanya. Sekarang harus masuk ke tingkat kecamatan agar lebih dekat dengan pintu rumah warga. Manfaatnya harus dirasakan merata di seluruh pelosok Bangka Belitung,” tambahnya dengan nada mantap.
Kepala Disperindag Babel, Subekti Saputra, merinci bahwa pihaknya menggandeng seluruh distributor besar untuk menyediakan komoditas di bawah harga pasar. Mulai dari beras SPHP seharga Rp 59.000/5kg, minyak goreng Rp 19.000/liter, hingga aneka bumbu dapur dan kue Lebaran hasil produksi UMKM lokal.
Suasana haru sempat menyelimuti lokasi saat Hidayat menyerahkan bantuan sembako secara simbolis. Salah satu penerimanya adalah Sutiara, nenek berusia 78 tahun warga Kelurahan Selindung. Dengan suara bergetar, nenek dengan tujuh cucu ini tak henti mengucap syukur.
“Terima kasih banyak Pak Gubernur. Bantuan ini sangat berarti untuk kami di rumah. Semoga Bapak selalu sehat dan dimudahkan memimpin kami,” ujar Sutiara sembari menyalami tangan Hidayat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi mesin penggerak ekonomi bagi pelaku UMKM. Dengan kolaborasi apik antara pemerintah dan distributor, Pemprov Babel optimistis stabilitas harga pangan akan tetap terjaga hingga hari kemenangan tiba. (Suf)




