Mengenal Wahyu Kurniawan, Sosok di Balik Perkembangan Media Siber Bangka Belitung

Tidak hanya aktif di ruang redaksi, Wahyu juga terlibat dalam organisasi pers. Ia tercatat sebagai Sekretaris Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bangka Belitung serta Sekretaris Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bangka Belitung. Melalui organisasi ini, ia mendorong peningkatan kualitas wartawan daerah, termasuk lewat pelaksanaan program Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Sertifikasi UKW tingkat utama yang dimilikinya menjadi bukti komitmennya terhadap profesionalisme jurnalistik. Menurutnya, kualitas dan integritas wartawan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan media yang kredibel.
Nama Wahyu Kurniawan juga sempat menjadi perhatian publik setelah mengalami dugaan kekerasan saat menjalankan tugas peliputan di sebuah gudang perusahaan di Kabupaten Bangka pada 7 Maret 2026. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian dan mendapat perhatian dari sejumlah organisasi pers karena dinilai sebagai ancaman terhadap kebebasan pers.
Meski demikian, kejadian tersebut tidak menyurutkan langkahnya di dunia jurnalistik. Hingga kini, Wahyu Kurniawan tetap aktif dalam aktivitas media dan organisasi pers, serta terus berupaya memperkuat peran jurnalisme lokal di tengah tantangan era digital.
Kiprah Wahyu menunjukkan bahwa jurnalis daerah tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penggerak perkembangan media dan penjaga kualitas jurnalisme di tingkat lokal. (*)




