Adi Irawan: Buruh Bukan Sekadar Angka, Tapi Tulang Punggung Keluarga
PANGKALPINANG, MEDIAQU.id – Peringatan Hari Buruh Nasional setiap 1 Mei selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya tanggal merah.
Namun bagi para pekerja, hari ini adalah refleksi panjang tentang perjuangan, pengorbanan, dan harapan akan kehidupan yang lebih layak.
Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Pangkalpinang, Adi Irawan, memandang Hari Buruh sebagai momentum untuk kembali melihat sisi kemanusiaan dari dunia kerja.
Menurutnya, buruh bukan hanya penggerak ekonomi, tetapi juga tulang punggung keluarga yang setiap hari berjuang dalam diam.
“Di balik setiap aktivitas ekonomi, ada tangan-tangan pekerja yang bekerja keras. Mereka bangun lebih pagi, pulang lebih larut, demi memastikan keluarga mereka tetap bertahan,” ungkap Adi.
Adi Irawan yang juga menjabat Ketua Komisi III DPRD Kota Pangkalpinang ini menilai, perhatian terhadap kesejahteraan buruh tidak boleh hanya muncul saat peringatan semata.
Lebih dari itu, perlu ada komitmen berkelanjutan dari seluruh pihak untuk menghadirkan keadilan dalam dunia kerja.
Upah yang layak, jaminan kesehatan, serta kepastian kerja menjadi hal-hal mendasar yang harus terus diperjuangkan.
Dalam pandangannya, buruh juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial.
Ketika kesejahteraan mereka terpenuhi, maka dampaknya akan terasa luas, mulai dari meningkatnya daya beli hingga terciptanya lingkungan sosial yang lebih harmonis.
“Buruh yang sejahtera akan melahirkan masyarakat yang kuat. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang kualitas hidup,” jelasnya.
Adi juga mengapresiasi semangat para pekerja di Pangkalpinang yang dinilainya tetap tangguh menghadapi berbagai tantangan, termasuk dinamika ekonomi yang terus berubah.
Ia melihat, ketekunan dan loyalitas para buruh menjadi kekuatan tersendiri bagi daerah.
Momentum Hari Buruh, lanjutnya, harus dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.
Ia mendorong adanya dialog terbuka yang tidak hanya formalitas, tetapi benar-benar menghasilkan solusi konkret.
“Kita perlu duduk bersama, mendengar, dan mencari jalan tengah. Tidak boleh ada pihak yang merasa ditinggalkan,” tegasnya.
Adi juga menyinggung langkah pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya mulai memberikan perhatian lebih terhadap pekerja rentan.
Menurutnya, pekerja rumah tangga yang selama hampir dua dekade belum mendapatkan perlindungan memadai, kini mulai diakomodasi melalui regulasi sebagai bentuk komitmen negara.
“Ini menjadi langkah penting, karena pekerja rumah tangga adalah bagian dari sektor rentan yang selama ini kurang tersentuh perlindungan. Kehadiran aturan ini menunjukkan keberpihakan kepada mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Adi menyampaikan harapan agar para pekerja tidak hanya dihargai atas apa yang mereka hasilkan, tetapi juga dimanusiakan dalam setiap kebijakan yang diambil.
“Hari Buruh adalah pengingat bahwa di balik pembangunan, ada manusia yang harus kita jaga martabatnya. Semoga ke depan, para pekerja bisa hidup lebih layak, bekerja dengan rasa aman, dan menatap masa depan dengan penuh harapan,” tutupnya. (Suf)



