UBB Targetkan 14 Ribu Mahasiswa di 2028, Prof Ibrahim: Minat Terus Meningkat
Hal tersebut disampaikannya dalam peringatan Dies Natalis ke-20 UBB yang digelar di Balai Utama Kampus Terpadu, Senin (13/4/2026).
Menurut Ibrahim, saat ini jumlah mahasiswa aktif telah mencapai sekitar 10 ribu orang. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan saat awal berdiri yang hanya sekitar 1.000 mahasiswa.
“Target kami 12 ribu mahasiswa pada 2026, 13 ribu pada 2027, dan 14 ribu pada 2028. Ini bukan sekadar angka, tetapi bagian dari komitmen kami dalam memperluas akses pendidikan tinggi di Bangka Belitung,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan jumlah mahasiswa harus diimbangi dengan kualitas pendidikan dan layanan akademik yang terus ditingkatkan.
Tak hanya dari sisi jumlah mahasiswa, perkembangan UBB juga terlihat dari bertambahnya program studi. Jika sebelumnya hanya memiliki 13 program studi, kini UBB telah memiliki 36 program studi yang tersebar di enam fakultas.
“Pertumbuhan program studi ini menunjukkan keseriusan kami dalam menjawab kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan,” kata Ibrahim.
Minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di UBB juga terus meningkat. Hal ini terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 11 ribu orang pada 2025.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah kepulauan seperti Bangka Belitung yang kini mulai dilirik sebagai tujuan pendidikan oleh pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.
“UBB kini tidak hanya menjadi pilihan masyarakat lokal, tetapi juga diminati calon mahasiswa dari berbagai daerah. Ini menunjukkan kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan kami,” jelasnya.
Di bidang akademik, UBB juga mencatat sejumlah capaian penting. Kampus ini berhasil meraih akreditasi institusi B pada 2019, membuka program magister sejak 2021, hingga menghadirkan Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter pada 2023.
Selain itu, UBB juga telah bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN BLU) sejak Desember 2023, yang mendorong peningkatan fleksibilitas pengelolaan keuangan dan pengembangan institusi.
Dalam bidang penelitian dan pengabdian, UBB kini masuk dalam klaster utama. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 154 penelitian dengan total pendanaan mencapai Rp18,3 miliar.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa UBB tidak hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga aktif dalam riset dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Tak hanya itu, sekitar 100 prestasi mahasiswa di tingkat nasional dan internasional turut mengharumkan nama kampus tersebut.
Pada momentum Dies Natalis ke-20 ini, Ibrahim juga menyampaikan enam komitmen utama UBB ke depan, mulai dari peningkatan akses pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, perluasan riset berdampak, penguatan mutu pendidikan, pengembangan infrastruktur, hingga pembangunan pusat keunggulan daerah.
Ia menegaskan, UBB akan terus berkontribusi dalam mencetak generasi unggul dan mendukung pembangunan daerah maupun nasional.
Sementara itu, peringatan Dies Natalis ke-20 ini juga menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya digelar di Gedung Balai Utama De-Universitaria.
Gedung tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan akademik dan kemasyarakatan, sekaligus simbol kemajuan UBB setelah 20 tahun perjalanan.
“Balai ini dari universitas untuk semua. Kami ingin kampus ini semakin terbuka dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sebagai informasi, UBB berdiri pada 12 April 2006 dan resmi menjadi perguruan tinggi negeri pada 2010, sebagai wujud mimpi masyarakat Bangka Belitung untuk memiliki kampus negeri sendiri. (Suf)



