DPRD Babel dan Pertamina Sepakat, Barcode BBM Truk Sembako Diaktifkan

Menurut Didit, pihak Pertamina juga berkomitmen untuk mempercepat proses aktivasi barcode tersebut. Bahkan, prosesnya ditargetkan dapat selesai dalam waktu 1×24 jam setelah dokumen dinyatakan lengkap.
Dalam audiensi tersebut, para sopir juga menyampaikan keluhan terkait keterbatasan kuota BBM yang saat ini hanya sekitar 60 liter per hari.
Mereka menilai jumlah tersebut tidak mencukupi untuk kebutuhan distribusi ke daerah yang jaraknya cukup jauh, seperti Bangka Selatan dan wilayah lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Didit meminta agar ada kebijakan toleransi dari pihak terkait, khususnya bagi kendaraan yang mengangkut sembako.
Menurutnya, kelancaran distribusi bahan pokok harus menjadi prioritas demi menjaga stabilitas harga di pasaran.
“Kalau distribusi terganggu, dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Karena itu, perlu ada kebijakan khusus agar kendaraan pengangkut sembako tetap bisa beroperasi dengan baik,” tegasnya.
Audiensi ini menghasilkan kesepakatan bahwa aktivasi barcode BBM subsidi akan segera dilakukan bagi kendaraan yang memenuhi persyaratan.
“Dengan adanya solusi tersebut, diharapkan distribusi logistik kembali normal dan tidak berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok di masyarakat,” pungkasnya. (Suf)




