Bunda PAUD Pangkalpinang: Literasi dan Numerasi Jadi Pondasi Generasi Emas
PANGKALPINANG, MEDIAQU.id — Bunda PAUD Kota Pangkalpinang, Susanti Saparudin, menekankan pentingnya penguatan literasi dan numerasi sejak anak berada pada usia dini.
Menurutnya, kemampuan dasar tersebut menjadi pondasi penting dalam membentuk pola pikir, karakter, dan kemampuan anak menghadapi perkembangan pendidikan di masa depan.
Hal itu disampaikan Susanti saat menghadiri Workshop Penguatan Literasi dan Numerasi bagi Guru dan Penggerak Literasi jenjang PAUD yang digelar Yayasan Adham Mirranda Indonesia di Aula Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (20/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Susanti mengapresiasi komitmen YAMI yang dinilai aktif mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya bagi guru PAUD dan para penggerak literasi di Kota Pangkalpinang.
Ia mengatakan, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi muda yang unggul dan berdaya saing.
“Sinergi seperti ini sangat dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang generasi emas di Pangkalpinang. Pendidikan anak usia dini merupakan tahap paling mendasar dalam membentuk kemampuan anak,” ujarnya.
Menurut Susanti, literasi dan numerasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca, menulis, maupun berhitung.
Lebih dari itu, pendidikan usia dini juga harus mampu menanamkan pola berpikir kritis, kemampuan mengenali lingkungan, serta keterampilan menyelesaikan persoalan sederhana melalui metode belajar yang menyenangkan.
Ia menilai pendekatan pembelajaran di tingkat PAUD harus dilakukan sesuai dunia anak agar proses belajar menjadi lebih efektif dan mudah diterima.
Selain itu, Susanti juga menyoroti peran guru PAUD sebagai ujung tombak dalam membentuk karakter dan kemampuan dasar anak.
Karena itu, peningkatan kapasitas tenaga pendidik dinilai menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan dunia pendidikan yang terus berubah.
“Guru PAUD memiliki peran besar dalam membangun dasar pendidikan anak. Karena itu para pendidik juga harus terus memperbarui strategi dan metode pembelajaran,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Adham Mirranda Indonesia, Nana Adham Murry, mengatakan pihaknya terus berupaya mendorong penguatan pendidikan dan pemberdayaan perempuan melalui berbagai program sosial.
Menurut dia, masih banyak guru PAUD dan penggerak literasi yang belum mendapatkan akses pelatihan secara maksimal. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan YAMI menghadirkan workshop penguatan literasi dan numerasi.
“Kami ingin membantu meningkatkan kapasitas guru PAUD agar kualitas pendidikan anak usia dini semakin baik,” ujarnya.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Darwin, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap materi yang diberikan para narasumber dapat menambah wawasan dan diterapkan langsung dalam proses belajar mengajar di sekolah.
Menurut Darwin, peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu kunci penting dalam menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di Pangkalpinang. (*)




