PT Timah Tbk

Hilirisasi Rare Earth Dimulai di Bangka Belitung, PT Timah dan Perminas Teken Kerja Sama Strategis

“Dengan adanya kerja sama ini, kami memiliki kesempatan untuk naik kelas melalui pengembangan hilirisasi dan pengelolaan mineral strategis,” ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi besar slag timah yang selama ini dianggap sebagai limbah produksi, padahal memiliki nilai ekonomi tinggi jika diolah lebih lanjut.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, mengatakan kerja sama itu merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan kekayaan alam nasional demi kepentingan bangsa.

“Kita ingin mengelola kekayaan alam yang dimiliki bangsa ini untuk tujuan utama, yakni kepentingan nasional dan kesejahteraan bangsa serta negara,” kata Maroef.

Menurut dia, pengembangan hilirisasi mineral strategis harus diwujudkan melalui langkah konkret dan berkelanjutan, mulai dari validasi teknologi, kajian teknis dan komersial, hingga penguatan aspek perizinan dan keselamatan kerja.

Chief Technology Officer Danantara, Sigit Puji Santosa, menilai sektor rare earth elements selama ini belum mendapatkan perhatian optimal meski memiliki nilai strategis besar bagi masa depan industri nasional.

Baca juga  PT Timah-BKKBN Babel Kolaborasi Cegah Stunting, Dukung Wujudkan Generasi Emas 2045

“Selama ini potensi REE banyak yang hilang tanpa sempat dimanfaatkan secara optimal. Padahal nilai strategisnya sangat besar bagi masa depan industri nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Industri Mineral (BIM), Brian Yuliarto, menegaskan hilirisasi mineral strategis menjadi langkah penting untuk memperkuat industrialisasi nasional.

“Presiden menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin lagi mengekspor sumber daya alam dalam bentuk mentah. Karena itu hilirisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan kelas bangsa kita,” kata Brian.

Menurut dia, pengembangan industri rare earth dan mineral strategis tidak hanya berdampak pada ekonomi nasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan posisi Indonesia dalam industri mineral kritis dunia. (*)

Sumber : www.timh.com

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!