38 Peserta Selesai Magang di Lapas Pangkalpinang
Kalapas Berharap Jadi SDM Siap Berkarya

PANGKALPINANG, MEDIAQU.id – Sebanyak 38 peserta Program Magang Batch III Kementerian Ketenagakerjaan resmi menuntaskan masa magang selama enam bulan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang, Kamis (18/6/2026).
Program tersebut tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, serta meningkatkan kompetensi peserta sebagai bekal menghadapi dunia kerja.
Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan mengatakan, selama mengikuti program, para peserta mendapatkan berbagai pengalaman, mulai dari pengenalan bidang Pemasyarakatan, kedisiplinan, hingga pelatihan kemandirian.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi modal bagi peserta untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif di masyarakat.
“Jadikan pengalaman selama magang ini sebagai pijakan untuk terus belajar, berkembang, dan berkarya di tengah masyarakat,” kata Sugeng kepada Mediaqu.id.
Menurut Sugeng, kebersamaan yang terbangun selama enam bulan menjadi nilai positif bagi para peserta. Perbedaan latar belakang dinilai menjadi kekuatan untuk saling belajar dan membangun jaringan.
“Jaga terus silaturahmi dan persaudaraan, karena hal tersebut dapat membawa keberkahan di masa yang akan datang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik Lapas Pangkalpinang, Indri Yudhit yang juga menjadi mentor peserta mengapresiasi semangat dan dedikasi para peserta selama menjalani program.
Ia menilai peserta mampu beradaptasi, aktif mengikuti kegiatan, serta menunjukkan kemauan untuk belajar.
“Semoga pengalaman selama enam bulan ini menjadi bekal untuk terus belajar, berkembang, dan berkarya di masa depan,” tutur Indri.
Perwakilan peserta magang, Paisal menyampaikan apresiasi kepada jajaran Lapas Pangkalpinang yang telah memberikan bimbingan selama program berlangsung.
Menurutnya, banyak pengalaman berharga yang diperoleh, termasuk suasana kekeluargaan yang dirasakan selama berada di lingkungan Lapas.
“Banyak pelajaran dan pengalaman berharga yang kami peroleh selama magang. Semoga Lapas Pangkalpinang semakin maju dan terus memberikan pelayanan terbaik,” ungkap Paisal.
Dalam kegiatan penutupan tersebut, peserta juga menyerahkan sejumlah inovasi hasil karya selama magang. Di antaranya Digitalisasi Arsip Dokumen Keuangan Berbasis QR Code, Program Asesmen Minat Bakat (Inventory SDS-Holland), Self Monitoring Psikologis, serta Media Psikoedukasi untuk mendukung pembinaan warga binaan.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan plakat dan sertifikat magang secara simbolis oleh Kalapas Pangkalpinang kepada perwakilan peserta.
Melalui program ini, Lapas Pangkalpinang berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga menjadi generasi muda yang memiliki karakter, kompetensi, dan siap bersaing di dunia kerja. (Suf)




