Pemkot Pangkalpinang

Walikota Apresiasi Alobi Foundation Raih Kalpataru Adya 2026, Sebut Buah Perjuangan 12 Tahun

Prof Udin menilai, meskipun cakupan kerja Alobi Foundation tidak hanya berada di Bangka Belitung, tetapi juga hingga wilayah Sumatera Selatan, keberadaan organisasi tersebut di Kota Pangkalpinang menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Menurutnya, keberadaan flora dan fauna bukan hanya bagian dari ekosistem, tetapi juga menjadi warisan pengetahuan bagi generasi berikutnya.

“Kalau flora dan fauna hilang, maka keseimbangan alam juga terganggu. Anak cucu kita nanti kehilangan ruang belajar tentang kehidupan alam,” ujarnya.

Prof Udin juga menyoroti kondisi Bangka Belitung yang memiliki kekayaan sumber daya mineral, mulai dari timah, silika, zirkon, ilmenit hingga mineral tanah jarang.

Baca juga  Pj Wali Kota Pangkalpinang Dorong UMKM Aktif di Media Sosial Melalui Pelatihan Kewirausahaan

Ia menegaskan bahwa aktivitas pertambangan memiliki konsekuensi terhadap lingkungan sehingga diperlukan upaya pemulihan yang serius.

“Tidak ada rumusnya tambang itu tidak merusak lingkungan. Kita harus membuat keseimbangan. Sektor pertambangan harus ikut mendukung pembiayaan pemulihan lingkungan, sementara para penggiat lingkungan terus bergerak menanam dan menjaga satwa,” tegasnya.

Ia menambahkan, penghargaan Kalpataru Adya 2026 menjadi pengingat bahwa menjaga alam bukan hanya tugas kelompok tertentu, tetapi tanggung jawab bersama.

Sebagai informasi, Kalpataru Adya merupakan salah satu penghargaan tertinggi bidang lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Penghargaan ini diberikan kepada individu maupun kelompok yang dinilai memiliki kontribusi luar biasa dalam penyelamatan, rehabilitasi, dan pelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan. (Suf)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!